OSS Berbasis Risiko Upaya Perbaikan Iklim Investasi di Indonesia

- Senin, 9 Agustus 2021 | 16:19 WIB
 Sri Mulyani di sela Peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko/Foto BPMI Setpres
Sri Mulyani di sela Peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko/Foto BPMI Setpres


JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendukung penggunaan sistem OSS sebagai upaya perbaikan iklim investasi di Indonesia.

Menurutnya sistem OSS memberikan kemudahan bagi masyarakat dan dunia usaha untuk mendapatkan izin berusaha.

"Hari ini kita melihat suatu milestone historis dari investasi, kebijakan investasi di Indonesia. Dengan adanya OSS ini, kita tadi melihat bagaimana masyarakat, dunia usaha, bisa melakukan izin berusahanya dan kemudahan berusahanya secara online, dan betul-betul bisa merasakan bahwa seluruh kemudahan berusaha itu betul-betul terjadi,” kata Sri Mulyani di sela Peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko, Senin, 9 Agustus 2021.

Baca Juga: Vaksinasi Drive Thru di UMY, Ribuan Mahasiswa Disuntik Sinovac Dosis Pertama

Meski investasi telah mengalami pertumbuhan positif 7,54% (yoy) pada kuartal II tahun 2021, melalui sistem OSS ini, Menkeu berharap kegiatan investasi akan semakin meningkat sehingga dapat memulihkan perekonomian, menciptakan kesempatan kerja, dan menciptakan kesejahteraan masyarakat.

“Ini yang kita harapkan akan memberikan kepastian, dan tentu saja dengan adanya investasi yang tinggi kita ingin pemulihan ekonomi sesudah terkena covid ini bisa berjalan sangat sehat dan kuat terutama didorong oleh kegiatan investasi,” ungkapnya.

Sementara itu Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, OSS Berbasis risiko merupakan aplikasi/portal satu pintu perizinan yang mencakup periznan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, Kementerian/Lembaga (K/L), dan Kementerian Investasi.

Baca Juga: Buya Yahya Sebut Ini Hukumnya Berpuasa di Bulan Muharram

“Satu aplikasi lingkup Kabupaten/Kota, Provinsi, Kementerian/Lembaga, aplikasi pusat Kementerin Investasi sebagai terminal yang akan menghubungkan, hardware kita pasang," jelasnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Optimis Konsisten, Tren Kiprah Investor Muda Melambung

Minggu, 17 Oktober 2021 | 06:40 WIB

Mitra10 Ekspansi Gerai Ke-41 di Semarang

Jumat, 15 Oktober 2021 | 09:24 WIB

Pertamina Lubricants Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:08 WIB
X