Panen Semangka Meroket Tahun Ini

Linda
- Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:28 WIB
DITANAM PETANI : Semangka yang ditanam petani di saat musim kemarau di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. (Suaramerdeka.com/ Asep Abdullah)
DITANAM PETANI : Semangka yang ditanam petani di saat musim kemarau di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. (Suaramerdeka.com/ Asep Abdullah)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Panen semangka pada lahan yang sebelumnya ditanami padi di Kabupaten Sukoharjo mengalami peningkatan menjadi 2.750 kuintal pada tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjanti menjelaskan, pada kemarau ini menjadi tahunnya tanaman semangka. Pasalnya panen semangka mencapai 2.750 kuintal.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, maka angkanya jauh. Mengingat tahun lalu panen hanya 1.312 kuintal saja. Adapun peningkatan sebanyak 1.438 kuintal atau 100 persen lebih itu, dikarenakan petani lebih memilih menanam semangka, ketimbang melon. “Cuacanya begitu mendukung,” jelasnya, Senin (22/10).

Lebih lanjut Netty menuturkan, adapun melon justru mengalami penurunan. Kemarau tahun lalu bisa mencapai 551 kuintal, saat ini hanya 170 kuintal.

Dia mengatakan, adanya kenaikan dan penurunan jumlah panen karena memang keinginan petani dalam memilih jenis tananam. Dia berharap dengan melonjaknya panenan semangka, bisa dipertahankan oleh petani. “Fluktuatif di sini lebih pada peningkatan. Jadi tidak ada masalah,” aku dia.

Dia menambahkan, beruntung sebagian besar petani semangka dan melon sudah memanen sebelum datangnya hujan pada beberapa hari terakhir ini, sehingga tanaman tidak rusak. Selama kemarau ini petani padi yang beralih menanam semangka dan melon ada di Kecamatan Baki, Grogol, Mojolaban, Nguter, Bulu, Tawangsari hingga Weru.

“Kalau ada yang panen akhir bulan ini atau mungkin bulan depan, hanya beberapa. Tetapi sebagian besar sudah panen saat sebelum puncak kemarau,” katanya.

Petani semangka di Kecamatan Baki, Sapar (65) menerangkan, dia mendapatkan laba sebanyak Rp 14 juta selama kemarau.

Menurutnya dia menanam sebanyak 1.500 bibit pada lahan yang biasanya ditanam padi. Bahkan hasilnya lebih memuaskan dibandingkan tahun lalu. Karena banyak di antara semangkanya mencapai berat antara 5-9 kg per buah.

Halaman:

Editor: Linda

Terkini

X