Di Tengah Kekhawatiran Brexit, Dolar Kembali Melemah

Red
- Selasa, 11 September 2018 | 08:24 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

NEW YORK, suaramerdeka.com - Di tengah harapan bahwa kesepakatan Brexit dapat disepakati dalam waktu enam hingga delapan minggu, kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah sempat stabil.

Lalu, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,22 persen menjadi 95,1475 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1596 dolar AS dari 1,1566 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3028 dolar AS dari 1,2924 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7110 dolar AS dari 0,7109 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,21 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,05 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9748 franc Swiss dari 0,9687 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3157 dolar Kanada dari 1,3172 dolar Kanada.

Xinhua melaporkan, Kepala juru runding Uni Eropa Michel Barnier melaporkan, perkiraan garis waktu ini pada sebuah konferensi di Slovenia, yang membantu menenangkan ketakutan investor bahwa Inggris dapat berpisah dari benua itu pada Maret 2019 tanpa ada kesepakatan, menurut laporan-laporan media.

Barnier lantas juga menunjukkan bahwa sejumlah masalah masih membutuhkan penyelesaian. Berita tersebut menyebabkan, pound Inggris dan euro naik tajam terhadap dolar AS, menempatkan greenback berada di bawah tekanan. Tidak ada data ekonomi utama akan keluar pada Senin (10/9).

 

Editor: Andika

Tags

Terkini

X