Mengkreasikan Biji Kopi Robusta menjadi Kerajinan

- Senin, 3 September 2018 | 19:00 WIB
GELANG KOPI: Nesia (27) menunjukkan beberapa gelang dari biji kopi hasil kreasinya. (Foto: suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)
GELANG KOPI: Nesia (27) menunjukkan beberapa gelang dari biji kopi hasil kreasinya. (Foto: suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Nesia (27), memanfaatkan biji kopi robusta menjadi berbagai macam kerajinan. Di antaranya  gelang, kreasinya juga berupa anting, kalung hingga rosario dan tasbih.

Sudah sejak satu tahun terakhir, ibu rumah tangga ini menjadi seorang perajin. Berkat kreativitasnya itu, kary ayang dibuat mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Misalnya gelang kopi yang ia buat dihargair Rp 30 ribu sampai Rp 75 ribu.

“Mulanya cuma suka ngopi-ngopi sama suami. Dari situ saya terlintas pikiran membuat biji kopi menjadi kerajinan. Saya cari-cari referensi berbagai literatur, ternyata biji kopi punya daya tahan lama. Sehingga bisa dibuat kerajinan seprti gerlang," kata dia, di rumahnya Jalan Borobudur Utara Raya Nomor 6, Manyaran, Semarang Barat, baru-baru ini.

Saban hari ia penuh aktivitas membuat ragam aksesoris dari biji kopi tersebut. Ia harus menyelesaikan banyak pesanan yang diterimanya.  Biji kopi robusta dipilihnya bukan tanpa alasan. Menurutnya biji kopi jenis robusta lebih kuat. Dengan kata lain tidak mudah pecah ketika dibuat  kerajinan.

Prosesnya, mula-mula satu kilogram biji kopi robusta diroasting untuk mengeluarkan zat asam. Setelah biji kopi kering, ia melanjutkan proses melubangi. Biji kopi satu persatu dibor untuk tempat mengaitkan senar gelang.

Biji-biji kopi barulah dapat dirangkai dengan senar yang sudah disiapkan.  Beberapa manik-manik ditambahkan agar lebih menarik.

"Pada proses melubangi biji kopi agak lama. Biasanya saya kerjakan saat malam hari agar lebih fokus.  mengerjakannya diatas jam dua belas malam setelah anak saya tidur," katanya.

Dia menjelaskan, biji kopi yang telah dikeringkan punya keawetan yang cukup lama. Supaya kualitasnya terjaga, pada tiap bungkus gelang yang akan dikirim ke pelanggan, ia kerap menyisipkan bahan pengawet terbungkus plastic agar tidak berjamur.

“Gelang ini punya daya tarik tersendiri. Jadi semakin lama dipakai, gelang ini mengeluarkan aroma khas robusta," ujarnya.

Halaman:

Editor: Fadhil Nugroho Adi

Tags

Terkini

Koperasi Mitra BI Ekspor Kopi ke Saudi Arabia

Jumat, 17 September 2021 | 20:35 WIB

Peran Dipertajam, Koperasi Sejenis Diminta Merger

Jumat, 17 September 2021 | 20:30 WIB

Kinerja PT KIW Tetap Positif di Masa Pandemi

Jumat, 17 September 2021 | 20:07 WIB

Pandemi, Pertumbuhan Investor Justru Makin Bersemi

Jumat, 17 September 2021 | 15:21 WIB

Data Ritel AS Menguat, Harga Emas Berjangka Menurun

Jumat, 17 September 2021 | 08:12 WIB

Transaksi Fisik Pasar Timah Melonjak

Kamis, 16 September 2021 | 22:29 WIB
X