Dari Food Estate hingga RS Covid, Ini Proyek Infrastruktur yang Tidak Dibatalkan Selama Pandemi

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 06:30 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) saat menjadi pembicara dalam FGD DPP PDI Perjuangan. (suaramerdeka.com / dok)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) saat menjadi pembicara dalam FGD DPP PDI Perjuangan. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memaparkan jasa konstruksi nasional tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam FGD DPP PDI Perjuangan bertajuk 'Antisipasi Dampak Ekonomi Terhadap 8 juta Tenaga Kerja Industri Jasa Konstruksi dan Jasa Pendukung Pada Masa Covid-19'

"Di tengah pandemi ini, kebijakan yang saya lakukan dengan menerbitkan instruksi Edaran Menteri PUPR, karena jasa konstruksi termasuk sektor esensial, tidak boleh berhenti, kecuali dengan Inmen (Instruksi Menteri) itu kalau ada di lapangan pegawai tenaga yang terpapar maka minta ijin untuk berhenti dan harus berhenti. Tapi kalau tidak, terus. Termasuk penyediaan barak-barak yang kita atur sesuai prokes Covid-19," kata Basuki.

Lalu proyek infrastruktur apa saja yang terus berlanjut di tengah pandemi?

Baca Juga: KADIN Indonesia dan HM Sampoerna Gelar Vaksinasi Ribuan Pekerja di Mojokerto

Basuki menuturkan, proyek tersebut antara lain: pembangunan Kawasan Industri Terpadu di Batang Jawa Tengah, Food Estate (Lumbung Pangan) di Kalimantan Tengah, Sumut dan NTT.

Di Kalteng, pihaknya sedang merehabilitasi 34 ribu hektare food estate. Selanjutnya Kementerian Pertanian akan menindaklanjutinya untuk sekaligus olah tanah dan menanam.

Di Sumut, tepatnya di Humbang Hasundutan, pihaknya juga mengembangkan Food Estate untuk hortikultura seperti kentang dan bawang.

"Di NTT, di Bendungan Rotiklot Belu, ini kita kembangkan untuk food estate untuk hortikultura jagung. Baru kita mulai tanam sekarang mudah-mudahan Agustus Bapak Presiden meninjaunya," ujar Basuki.

Baca Juga: Bantuan TKM Diberikan pada PKL dan Pelaku Usaha, Menaker : Mudah-mudahan Meringankan Beban

Selain itu,kerja pengembangan lima destinasi pariwisata prioritas (Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo) terus berlanjut.

Program padat karya, Basuki menjelaskan, tahun 2021 diperbesar menjadi Rp 21,2 Triliun yang menyerap hampir 1 juta tenaga kerja.

Kemudian, padat karya dari konstruksi reguler sekitar Rp 2 Triliun dengan 244 ribu tenaga kerja.

"Jadi total 2021, menjadi 23,2 T lebih besar dua kali dari tahun 2020 yang hanya 12,3 T," papar Basuki.

Baca Juga: Bupati Demak Salurkan Paket Sembako dari Perusahaan untuk Warga

Terakhir, dari proyek strategis nasional, pembangunan 65 bendungan juga terus berjalan. Lalu, 469 KM jalan tol serta pembangunan irigasi 25 ribu hektare.

Tak hanya itu, tugas khusus Kementerian PUPR dalam masa pandemi juga dikerjakan. Yaitu pembangunan RS darurat Covid-19 ada di 33 lokasi yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Bali, Lampung dan Medan.

Jadi, dapat menambah kapasitas sebanyak minimal 2811 Bed RS dan ICU beserta HCU dan 5.900 bed isolasi.

"Ini semua kita kerjakan bersama para kontraktor nasional kita, menyerap tenaga kerja juga ini tidak berhenti, semua bekerja terus," tandas Basuki.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi dan jajarannya, khususnya Menteri Basuki Hadimuljono, terkait kerja pembangunan infrastruktur yang terus berjalan, walau dunia digoyang pandemi covid-19.

"Ini terobosan dan ini kerja keras Pak Menteri Basuki. Layak kita beri tepuk tangan atas prestasi ini," kata Hasto.

Halaman:
1
2
3

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X