Dari Food Estate hingga RS Covid, Ini Proyek Infrastruktur yang Tidak Dibatalkan Selama Pandemi

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 06:30 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) saat menjadi pembicara dalam FGD DPP PDI Perjuangan. (suaramerdeka.com / dok)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) saat menjadi pembicara dalam FGD DPP PDI Perjuangan. (suaramerdeka.com / dok)

Selain itu,kerja pengembangan lima destinasi pariwisata prioritas (Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo) terus berlanjut.

Program padat karya, Basuki menjelaskan, tahun 2021 diperbesar menjadi Rp 21,2 Triliun yang menyerap hampir 1 juta tenaga kerja.

Kemudian, padat karya dari konstruksi reguler sekitar Rp 2 Triliun dengan 244 ribu tenaga kerja.

"Jadi total 2021, menjadi 23,2 T lebih besar dua kali dari tahun 2020 yang hanya 12,3 T," papar Basuki.

Baca Juga: Bupati Demak Salurkan Paket Sembako dari Perusahaan untuk Warga

Terakhir, dari proyek strategis nasional, pembangunan 65 bendungan juga terus berjalan. Lalu, 469 KM jalan tol serta pembangunan irigasi 25 ribu hektare.

Tak hanya itu, tugas khusus Kementerian PUPR dalam masa pandemi juga dikerjakan. Yaitu pembangunan RS darurat Covid-19 ada di 33 lokasi yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Bali, Lampung dan Medan.

Jadi, dapat menambah kapasitas sebanyak minimal 2811 Bed RS dan ICU beserta HCU dan 5.900 bed isolasi.

"Ini semua kita kerjakan bersama para kontraktor nasional kita, menyerap tenaga kerja juga ini tidak berhenti, semua bekerja terus," tandas Basuki.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi dan jajarannya, khususnya Menteri Basuki Hadimuljono, terkait kerja pembangunan infrastruktur yang terus berjalan, walau dunia digoyang pandemi covid-19.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X