DAI Gandeng Unnes Adakan KNMA, Kemenperin Siap Dukung Industri Minyak Atsiri

- Kamis, 1 Desember 2022 | 12:56 WIB
Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika beserta Ketua Umum DAI Irdika Mansur saat meninjau sejumlah stan disela pelaksanaan Konferensi Nasional Minyak Atsiri yang diadakan oleh Dewan Atsiri Indonesia di Hotel PO Semarang, Kamis 1 Desember 2022. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika beserta Ketua Umum DAI Irdika Mansur saat meninjau sejumlah stan disela pelaksanaan Konferensi Nasional Minyak Atsiri yang diadakan oleh Dewan Atsiri Indonesia di Hotel PO Semarang, Kamis 1 Desember 2022. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian (Kemenperin) siap mendukung pengembangan industri minyak atsiri di Indonesia. Minyak atsiri umumnya digunakan sebagai bahan baku industri untuk bahan perasa (essence), perisa (flavor) dan wewangian (fragrance).

Berdasarkan data Kemenperin, total produksi minyak atsiri utama Indonesia mencapai 8.500 ton pada tahun 2020. Beberapa jenis minyak atsiri tropis Indonesia antara lain minyak cengkeh, sereh wangi, nilam, pala, akar wangi, dan kayu putih.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, peran pemerintah begitu banyak dalam membantu perkembangan industri minyak atsiri di Indonesia. Salah satunya berupa kebijakan yang mendukung pelaku usaha menengah kecil.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Fasilitas Impor Garam Industri, Kemenperin : Penetapan Kuota Impor Sudah Transparan

"Kami banyak memberikan bantuan dari sisi agrobisnis. Kami juga sedang mengidentifikasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas, mulai dari penyulingan, ekstraksi hingga produk akhirnya," kata Putu saat menghadiri Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) yang diadakan oleh Dewan Atsiri Indonesia (DAI) di Hotel PO Semarang, Kamis 1 Desember 2022.

KNMA terakhir diselenggarakan di Samarinda, Kalimantan Timur pada November 2019. Setelah tertunda dua tahun karena pandemi, tahun ini kembali diselenggarakan, dan bekerja sama
dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Asosiasi Peneliti Atsiri Indonesia (APAI) dan Indonesian Aromatherapy Association (IAA).

Sementara itu, Ketua Umum DAI, Irdika Mansur mengatakan, melalui forum ini, pihaknya ingin lebih memperkenalkan minyak atsiri ke publik. Ia menilai, untuk saat ini sudah banyak produk hilir yang dilakukan di Indonesia, dan secara kemasan tidak kalah dengan kemasan produk dari luar negeri.

"Kami mengapresiasi dukungan Kemenperin untuk kemajuan industri minyak atsiri. KNMA ini salah satu tujuannya untuk mempertemukan, dari tingkat petani sampai ke eksportir, industri, peneliti hingga pengolahnya," ungkapnya.

Baca Juga: Kemenperin Buka Sertifikasi TKDN Gratis, Industri Furnitur Lokal dan Kerajinan Harus Manfaatkan Ini

Untuk diketahui, DAI merupakan payung organisasi untuk semua stakeholder dalam agrobisnis maupun agroindustri yang terkait dengan minyak atsiri. DAI didirikan saat KNMA pada September 2006 lalu di Solo, Jawa Tengah.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT RFB Catatkan Predikat Terbaik

Sabtu, 14 Januari 2023 | 12:56 WIB
X