Transaksi Digital Ikut Akselerasi Pemulihan Ekonomi di Jawa Barat

- Kamis, 1 Desember 2022 | 07:24 WIB
Ilustrasi Transaksi Digital (Pixabay/mohamed Hassan)
Ilustrasi Transaksi Digital (Pixabay/mohamed Hassan)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Deputi Direktur Senior Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, Taufik Saleh menyebutkan bahwa tren pemulihan ekonomi di wilayahnya di antaranya ditopang transaksi digital yang makin massif.

Sebelumnya, transaksi digital itu mekar di saat pandemi Covid-19 yang belakangan kecenderungan kasusnya mulai menurun.

Pandemi masih menghadirkan blessing in disguise (berkah terselubung).

Baca Juga: 2023 Perekonomian Jateng Diproyeksi Capai 4,5 hingga 5,3 Persen, Ini Sektor Pendukungnya

"Derap pemulihan di Jabar terakselerasi lonjakan transaksi digital," katanya di sela-sela 'Pertemuan Tahunan BI 2022: Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju' di Bandung, Rabu 30 November 2022.

E-commerce misalnya, Jawa Barat mencatatkan nilai transaksi hingga triwulan ketiga tahun ini hingga Rp 27 triliun dengan jumlah transaksi hampir 180 juta.

Catatan ini menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang paling banyak belanja secara digital secara nasional dengan porsi 21,9 persen.

Baca Juga: Porserosi Kota Semarang Ajukan Protes Resmi, Dugaan Adanya Kecuragan Kualifikasi Porprov Jateng XVI 

Pertumbuhan ekonomi sendiri, Taufik Saleh menyebut menunjukan tren menggembirakan.

Pemangku kepentingan masih mampu mengendalikan dalam kondisi yang relatif terjaga.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2022 diperkirakan 5,1-5,9 persen.

Baca Juga: Dua TV Satu Set Top Box, Memang Bisa? Pasti Bisa, Ini Caranya

Hal itu di antaranya ditopang konsumsi dan ekspor, serta sejumlah sektor seperti imdustri pengolahan, perdagangan, dan transportasi.
 
Untuk tahun 2023, pihaknya optimis pertumbuhan ekonomi di Jabar masih tetap terjaga kendati tantangannya tidak ringan.

Di antaranya pengaruh faktor global yang berpengaruh di antaranya pada industri TPT.

"Ini perlu inovasi dan langkah terpadu sehingga pemulihan bisa terus diperjuangkan," katanya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X