Kerja Sama Apik Antara TPIP, TPID, Pemerintah, dan Bank Indonesia Mampu Kendalikan Angka Inflasi

- Selasa, 29 November 2022 | 18:40 WIB
Ilustrasi inflasi. (Gerd Altmann dari Pixabay)
Ilustrasi inflasi. (Gerd Altmann dari Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah mengungkapkan, fenomena kenaikan inflasi jelang akhir tahun yang bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) adalah fenomena wajar.

Menurutnya, sejauh ini kenaikan inflasi masih cukup terjaga.

Tidak terjadi lonjakan yang terlalu tinggi.

Hal itu disebabkan salah satunya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga: Gercep! WhatsApp Nomor Ini, Kalau Ingin Mendapatkan Set Top Box Gratis, Tidak Kebagian Nyesel Tanggung Sendiri

"Antisipasi pemerintah terhadap inflasi dengan memperkuat koordinasi pemerintah pusat-daerah dan berbagai lembaga berperan signifikan terhadap menjaga inflasi Indonesia," terangnya.

Inflasi di Indonesia lebih banyak disebabkan oleh faktor suplai dan distribusi.

Sehingga, dengan adanya kerja sama yang apik antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah, dan Bank Indonesia (BI), angka inflasi masih bisa terkendali.

"Dengan adanya TPID dan TPIP, pemerintah dan BI bisa bekerja sama meningkatkan koordinasi menjaga suplai dan distribusi secara baik. Hasilnya adalah inflasi yang sejauh ini tidak melonjak tinggi meskipun harga BBM subsidi sempat dinaikkan," sambungnya.

Baca Juga: Stop Beli Set Top Box Dulu, Cek Apakah Televisi Sudah Disupport Digital atau Sebaliknya? Begini Caranya

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X