Daihatsu Bidik Segmen Pembeli Mobil Baru di Akhir Tahun, Booth GIIAS Semarang Ramai Pengunjung

- Minggu, 27 November 2022 | 06:13 WIB
Booth Daihatsu di GIIAS Semarang 2022 Marina Covention Center. (suaramerdeka.com/Modesta Fiska)
Booth Daihatsu di GIIAS Semarang 2022 Marina Covention Center. (suaramerdeka.com/Modesta Fiska)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Permintaan mobil baru di dalam negeri yang terus meningkat dimanfaatkan betul Astra Daihatsu untuk menggenjot penjualan mobil hingga akhir tahun nanti.
 
Sesuai Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama periode Januari-Oktober 2022 penjualan mobil baru di Tanah Air mencapai 851.413 unit.
 
Capaian itu hampir mendekati penjualan sepanjang 2021 kemarin yang mencapai 887.202 unit.
 
 
Kepala Cabang Astra Daihatsu Pudang Payung Kevin Prayudi mengatakan penjualan di Jawa Tengah Januari-September 2022 mencapai 11.171 unit, atau bila dirata-rata di angka lebih dari 1.200 unit per bulannya. 
 
Menurut Kevin, angka penjualan tersebut naik sebesar 22 persen dibanding rata-rata penjualan bulanan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.000 unit.
 
"Secara market di Jawa Tengah sebenarnya tumbuh sebesar enam persen. Memang pertumbuhan marketnya tidak setinggi nasional," kata Kevin saat ditemui di sela pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Semarang, kemarin.
 
 
Sementara itu Kepala Cabang Astra Daihatsu Majapahit & BSB Dodi Indrianto menambahkan, kebanyakan para pembeli di tempatnya 60 persennya adalah pembeli mobil baru pertama.
 
Ini adalah orang yang kali pertama bisa membeli mobil baru dari sebelumnya hanya mampu membeli mobil bekas.
 
Menurut Dodi, ada 75 persen konsumen Daihatsu kebanyakan mengambil program pembelian secara kredit dan sisanya pembayaran tunai.
 
 
Dodi menyebut, penjualan mobil baru di wilayah Semarang yang paling mendominasi adalah mobil niaga.
 
"Memang kalau di Semarang ini mobil pikap masih mendominasi, sekitar 24,85 persen. Kemudian disusul Sigra 20,2 persen," ujar Dodi.
 
Lebih lanjut Dodi menjelaskan, pihaknya juga memberikan program tukar tambah (trade in) bagi masyarakat yang ingin membeli mobil baru.
 
 
Program ini memberikan subsidi kepada masyarakat maksimal sebesar Rp5 juta.
 
"Jadi mobil mereka dihargai dengan harga pantas dan masih diberi subsidi maksimal Rp5 juta. Jadi ibaratnya one stop shopping tidak perlu bingung jual mobil lama harus iklan dan lain-lain," jelasnya. 

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkop Nyatakan Koperasi Tekad UPGRIS Kategori Sehat!

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:19 WIB
X