Kondisi Ekonomi Berat, Pelaku IHT Minta Pemerintah Tunda Kenaikan Cukai Rokok 2023-2024

- Jumat, 25 November 2022 | 09:00 WIB
Ilustrasi cukai rokok. (ylki.or.id)
Ilustrasi cukai rokok. (ylki.or.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Para Pelaku industri hasil tembakau (IHT) meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan cukai rokok tahun 2023 dan 2024 rata-rata sebesar 10 persen lebih.

Selain kondisi ekonomi masyarakat masih sangat berat sebagai dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM), dan pandemi Covid-19 yang belum reda.

Kemudian, saat ini sudah masuk resesi ekonomi dunia akibat situasi politik global yang terus memanas.

Baca Juga: Gempa Cianjur: Konstruksi Bangunan yang Buruk Dinilai Jadi Pemicu Jatuhnya Banyak Korban Jiwa

Sementara masa depan perekonomian di tanah air dan dunia juga masih dilanda ketidakpastian.

Dalam situasi seperti ini, harusnya ada kelonggaran dari pemerintah. Bukan justru semakin dipersulit dengan kenaikan cukai sebesar 10 persen lebih.

Sekiranya pemerintah sedang membutuhkan dana untuk pembangunan, sehingga harus menaikan cukai, maka kenaikannya tidak lebih dari tujuh persen.

Baca Juga: Tak Ada Selebrasi, Respek Breel Embolo untuk Kamerun, Tanah Kelahirannya

Ketua Gaprindo, Benny Wahyudi menuturkan, selain itu kenaikan cukai juga harus diikuti pemberantasan rokok ilegal.

“Saat ini situasinya berat dengan adanya berbagai kenaikan biaya di industri. Situasi ini sangat beda dari yang normal, jadi situasinya sangat tidak normal," kata Benny Wahyudi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pupuk Indonesia Go Global Lewat Ekspansi di Dubai

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:01 WIB
X