Airlangga Berharap Peningkatan Sinergi dan Awareness Antar Pemangku Kepentingan untuk Meningkatkan Investasi

- Kamis, 24 November 2022 | 19:15 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (foto: Kemenko Perekonomian)

Proyek kerja sama yang telah diinisiasi antara lain mencakup Carbon Capture, Utilization and Storage, serta Carbon Capture and Storage (CCUS-CCS), Capacity Building Program in Renewable Energy, Climate Finance Leadership Initiative, Green Hydrogen Initiatives, Climate Investment Fund.

Selain itu, pada KTT G20 juga telah disepakati arah transisi energi.

Menko Airlangga mengatakan bahwa di tengah situasi geopolitik yang masih tidak menentu, terutama perang Rusia-Ukrania yang belum berakhir, pelaksanaan transisi energi tidaklah mudah.

Hal tersebut dilihat dari fluktuasi dan tingginya harga energi, terutama gas, termasuk harga BBM di Indonesia.

Lebih lanjut Menko Airlangga menyampaikan bahwa berbagai hal dapat menjadi faktor pendorong terhadap percepatan pelaksanaan transisi energi.

Seperti penetrasi energi terbarukan di dalam bauran energi, peningkatan teknologi penyimpanan energi.

Serta dukungan Pemerintah dalam pemberian fasilitas dan insentif terhadap berbagai upaya percepatan transisi energi.

”Pada KTT G20, telah disepakati arah transisi energi yaitu mengubah dan mendiversifikasi sistem energi dengan cepat, memajukan keamanan dan ketahanan energi serta stabilitas pasar, dan mempercepat dan memastikan transisi energi yang bersih, berkelanjutan, adil, terjangkau, dan inklusif serta aliran investasi berkelanjutan,” pungkas Menko Airlangga.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X