PPKM level 4 Diperpanjang, Ancaman Serius Terjadinya Deindustrialisasi Sektor UMKM

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 12:52 WIB
Ilustrasi UMKM. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi UMKM. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - PPKM level 4 resmi diperpanjang Presiden Joko Widodo hingga 9 Agustus mendatang.

Keputusan ini berlaku bagi daerah yang menerapkan PPKM level baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Selain di Jawa dan Bali, ada 21 provinsi yang menerapkan PPKM level 4.

Diharapkan, perpanjangan PPKM ini diharapkan bisa menekan laju lonjakan kasus positif Covid-19 dari paparan penularan varian delta yang dianggap lebih ganas dan lebih cepat menular.

Di sisi lain, ada dampak ekonomi dari perpanjangan PPKM level 4 utamanya  bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini sudah terkena dampak selama 1,5 tahun belakangan ini.

Baca Juga: Kemenag Kendal Tasyarufkan Zakat bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) UGM, Dr. Hempri Suyatna, menuturkan selama penerapan PPKM Darurat hingga level 4 sampai pada 2 Agustus saja membuat banyak UMKM yang bangkrut hingga gulung tikar.

Menurutnya perpanjangan PPKM menjadi ancaman serius terjadinya deindustrialisasi sektor UMKM.

“Perpanjangan PPKM level 4 ini berpotensi menambah beban berat pelaku UMKM. Banyak sektor UMKM yang gulung tikar atau alih profesi,” kata Hempri, dilansir dari laman resmi UGM.

Dalam kondisi pandemi sekarang ini, kata Hempri, para pelaku sektor UMKM memerlukan tidak hanya modal kerja.

Baca Juga: Polda Jateng Akan Gelar 1.348.000 Vaksin Merdeka Candi Serentak

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Ganjar Melapak, UMKM Kembali Tersenyum

Sabtu, 20 November 2021 | 11:24 WIB

32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

Minggu, 14 November 2021 | 21:30 WIB
X