Perpanjangan PPKM, Pemerintah Kurang Mampu Fasilitasi UMKM

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 11:00 WIB
Ilustrasi UMKM. (dok. pemkot surakarta)
Ilustrasi UMKM. (dok. pemkot surakarta)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kebijakan mencegah penyebaran Covid-19 berdampak besar pada pelaku usaha utamanya UMKM. Perpanjangan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus mendatang membawa konsekuensi berat.

Banyak UMKM yang gulung tikar dan alih profesi tetapi tidak berjalan. Pemerintah kurang mampu memfasilitasi kondisi pelaku usaha tingkat menengah-bawah tersebut.

Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) UGM, Dr Hempri Suyatna mengungkapkan hal itu menanggapi perpanjangan PPKM.

Keputusan perpanjangan berlaku bagi daerah yang menerapkan PPKM level 4 di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Baca Juga: Peserta Pelatihan Didorong Buka Usaha, Rini Kartika: Ada 18 Paket Ketrampilan

Selain di Jawa dan Bali, ada 21 provinsi dengan 25 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4.

''Memang, Pemerintah berharap perpanjangan PPKM bisa menekan laju lonjakan kasus positif Covid-19 dari paparan penularan varian delta yang dianggap lebih ganas dan lebih cepat menular."

"Namun demikian, perpanjangan tersebut memberi dampak ekonomi bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini sudah terkena dampak selama 1,5 tahun,'' papar Hempri.

Baca Juga: Workshop De Cultuurtuin Pantik Antusiasme Anak Diaspora Indonesia di Belanda

Ia melihat PPKM Darurat dan Level 4 saja membuat banyak UMKM yang gulung tikar. Menurutnya perpanjangan itu menjadi ancaman serius bagi deindustrialisasi sektor UMKM. Bahkan perpanjangan berpotensi menambah beban berat pelaku UMKM.

Menurut Hempri dalam kondisi sekarang, para pelaku sektor UMKM memerlukan tidak hanya modal kerja namun juga jejaring pemasaran serta fasilitas pengembangan bagi UMKM yang alih profesi. 

Sayangnya, ia menilai Pemerintah kurang mampu melakukannya. Sebenarnya, Pemerintah dan swasta bisa membantu UMKM melalui inovasi-inovasi  penerapan protokol kesehatan untuk pelaku usaha seperti sistem giliran pedagang sehingga tidak terjadi kerumunan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMN dan ICSB Semarang Berkolaborasi Bangkitkan UMKM

Kamis, 23 Desember 2021 | 06:30 WIB
X