Turunkan Ekspektasi Inflasi, Bank Indonesia Resmi Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25 Persen

- Jumat, 18 November 2022 | 08:12 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Diskusi Tingkat Tinggi bertema “Leveraging on Sukuk for Sustainable Finance
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Diskusi Tingkat Tinggi bertema “Leveraging on Sukuk for Sustainable Finance

JAKARTA, suaramerdeka.comBank Indonesia (BI) secara resmi menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25 persen.

Hal tersebut merupakan salah satu hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 16 dan 17 November 2022.

Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen.

Baca Juga: Viral Cuitan Diduga 'Hinaan' ke Iriana Jokowi, Kaesang ke Warganet: Maksudmu Gimana?

Tak hanya itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps juga naik menjadi 4,50 persen serta suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6 persen.

Adapun keputusan kenaikan suku bunga tersebut diungkapkan Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai langkah front loaded, pre-emptive dan forward looking.

Tujuannya adalah untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi.

Baca Juga: Kabar Buruk untuk Senegal! Sadio Mane Dipastikan Absen di Piala Dunia 2022

Jadi, pihak Bank Indonesia mengharapkan inflasi inti kembali ke dalam sasaran 3,01 persen lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023.

Akibat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kian melemah maka kebijakan ini ditetapkan demi menjaga stabilitas.

“Keputusan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamental akibat kuatnya mata uang dolar AS (USD) dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat,” ujar Perry seperti dikutip dari PMJ News pada 17 November 2022.

Baca Juga: SMSI Jateng dan Peradi Ngobras di Radio, Apa Pentingnya Pers Berbadan Hukum

Perry Warjiya juga menambahkan bahwa pihak Bank Indonesia akan terus memperkuat respon bauran kebijakan.

Selain itu Bank Indonesia turut menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi nasional.

Dikutip dari situs bi.go.id menguatnya dolar AS serta tingginya ketidakpastian pasar keuangan global turut melemahkan nilai tukar.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X