Kerja Sama Multilateral Gagal? Indonesia Diminta Perkuat Kerja Sama Bilateral Antar Negara

- Senin, 14 November 2022 | 21:27 WIB
- Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira  (foto: kppod.org)
- Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira (foto: kppod.org)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Upaya Indonesia untuk menjadi tuan rumah, juru damai dalam Presidensi G20 bisa jadi berujung tanpa ada kesepakatan bersama.

Dengan begitu bisa dipastikan konflik geopolitik akan terus berlangsung, kian memperdalam persoalan ekonomi dunia.

“Tanpa adanya Komunike dalam leaders summit G20 maka yang harus dilakukan adalah Indonesia, waspada karena perang mungkin akan terus berlanjut, dengan Putin tidak hadir, itu meniadakan adanya kerja sama multilateral untuk menyelesaikan masalah perang dan krisis secara global,” sebut Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira.

Dengan begitu harga komoditas dunia masih akan tinggi, yaitu energi dan pangan.

Baca Juga: Jangan Bohong, hanya Demi Mendapat Set Top Box Gratis, Harga STB Cukup Murah Kok

Jika kerja sama multilateral tidak bisa menemukan kata sepakat, maka pemerintah diminta untuk memperkuat kerja sama bilateral antar negara.

“Misalnya, Indonesia punya kepentingan gandum dengan India dan Ukraina, ya berhadapan langsung dengan pemimpin negara itu, atau dengan yang berkepentingan. “ jelas Bhima.

Lalu Bhima mengatakan, komitmen investasi yang sempat tercetus dalam pertemuan G20, harus dikejar realisasinya, sehingga menjadi penahan atas tekanan eksternal.

Kemudian tiga pokok besar yang diusung dalam presidensi G20, dua di antaranya memiliki peluang besar untuk diperdalam.

Baca Juga: Hati-hati bagi Masyarakat Mampu, Jangan Tergiur dengan Set Top Box Jauh Lebih Murah Kualitas Abal abal

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X