Soal Pelabelan BPA Galon Guna Ulang, Asdamindo Akui Sangat Dirugikan

- Selasa, 8 November 2022 | 12:15 WIB
Salah satu aktivitas di depot galon isi ulang. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Salah satu aktivitas di depot galon isi ulang. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ada wacana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melabeli “berpotensi mengandung BPA” hanya terhadap galon guna ulang dengan alasan membahayakan kesehatan.

Soal wacana itu, para pengusaha depot air minum yang tergabung dalam Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo) mengakui sangat dirugikan.

Menurut Asdamindo, wacana yang belum ada buktinya, seperti kasus etilen glikol yang saat ini sudah jelas-jelas banyak menyebabkan anak-anak meninggal, seolah dipaksakan untuk diterapkan.

Baca Juga: Liverpool FC Bakal Dijual, Segini Harga yang Ditawarkan, Mau Beli?

Hal itu diutarakan Sekjen Asdamindo, M. Imam Machfudi Noor di acara meeting online mengupas “Dampak Rencana Pelabelan BPA pada Galon Polikarbonat terhadap UMKM, Depot Air Isi Ulang dan AMDK” yang diselenggarakan Yaksindo, baru-baru ini
 
“Kami gabung asosiasi selama ini sudah 10 tahun, tapi tidak ada keluhan dan komplain dari para konsumen bahwa mereka menderita penyakit."

"Padahal kita kan memakai galon yang sama dengan yang diproduksi kawan-kawan dari industri air minum dalam kemasan atau AMDK,” ujar dia.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Bakal Terjadi Hari Ini, Ini Dampaknya bagi Kehidupan Manusia

Dia mengutarakan Asdamindo pasti mengalami dampak yang jauh lebih besar jika wacana kebijakan pelabelan BPA ini jadi dilaksanakan.

Padahal, tegasnya, mengenai bahayanya BPA pada kemasan galon guna ulang ini masih belum ada buktinya di masyarakat.

Jadi, kata Imam, sebenarnya sangat aman.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah 2 Cara Cek Tarif JNE Tanpa Ribet!

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:42 WIB
X