Dampak Perlambatan Ekonomi 2023 Terasa, Pemerintah Perlu Usaha Ekstra untuk Capai Pertumbuhan 5,3 Persen

- Senin, 7 November 2022 | 21:18 WIB
Ilustrasi resesi dunia (SM/Pixabay)
Ilustrasi resesi dunia (SM/Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Perlambatan ekonomi global di tahun 2023 akan juga terasa di Indonesia meskipun potensi untuk resesi kecil.

Ekonom dari Bank Permata, Joshua Pardede mengatakan, pemerintah perlu usaha ekstra jika ingin mencapai pertumbuhan 5,3 persen di tahun depan.

“Dari sisi demand permintaan turun, dan produktif sektor ekonomi masih akan ada tantangan yang cukup tinggi, sehingga untuk bisa tumbuh solid 5 persen mungkin masih ada kerja ekstra dari pemerintah,” ungkap Joshua.

Demand yang dimaksud adalah menurunnya ekspor karena permintaan dari mitra dagang utama yaitu Amerika Serikat dan Eropa mengalami penurunan.

Baca Juga: Sudah Pesan Set Top Box Gratis? Nyesel Kalau belum Pesan, Hubungi ke Nomor WhatsApp Ini

Kemudian sektor industri mulai merasakan dampaknya, misalnya sektor tekstil, maupun sektor yang bahan bakunya impor maupun berorientasi ekspor.

Beberapa waktu lalu juga ramai disebut industri tekstil melakukan PHK massal.

Tingkat pengangguran, kata Joshua saat ini jauh lebih rendah saat awal pandemi.

“Bukan berarti jika resesi global, berhenti produktivitasnya, mungkin akan menurun tetapi tidak akan mengkhawatirkan seperti saat pandemi. Kita melihat beberapa sektor akan terkena dampak. Namun jika dia bisa melakukan efisiensi dan strategi bisnis tentunya dia akan bisa membatasi (PHK),” jelas Joshua.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekonomian Indonesia masih bagus.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X