Nilai Tukar Rupiah Masih Rp 15.645, Ariston Tjendra : The Fed Masih Naikkan Suku Bunga Acuan

- Rabu, 2 November 2022 | 13:14 WIB
Ilustrasi Grafik Bursa Efek Sumber: pixabay.com/3844328
Ilustrasi Grafik Bursa Efek Sumber: pixabay.com/3844328

JAKARTA, suaramerdeka.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pada sesi perdagangan Rabu, 2 November 2022 kembali melemah.

Meskipun indeks dollar AS mengalami penurunan, melansir dari data dalam laman Bloomberg.com, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dibuka pada level Rp 15.645 per dollar AS.

Angkat tersebut mengindikasi kenaikan dibanding sebelumnya sebesar Rp 15.628 per dollar AS.

Koreksi terus berlanjut pada awal sesi perdagangan. Terpantau sampai dengan pukul 11.54 WIB, nilai tukar rupiah melemah 0,12 persen ke Rp 15.645 per dollar AS.

Baca Juga: Penggemar Aglonema Wajib Tahu, 5 Kesalahan dalam Merawat Aglonema

Analis Sinarmas Futures Ariston Tjendra menilai, mata uang Rupiah saat ini sebenarnya berpotensi menguat.

Potensi ini semakin didorong dengan pelemahan indeks mata uang Dollar AS dan imbal hasil atau yield obligasi AS.

"Tapi di sisi lain, banyak juga yang masih berekspektasi bahwa the Fed belum berhenti menaikan suku bunga nya dengan agresif dan ini mendorong penguatan dollar AS," sebut Ariston, dalam keterangannya pada tim suaramerdeka,com. Rabu, 2 November 2022.

Perubahan instrumen safe haven terjadi sejalan dengan semakin kuatnya spekulasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang lebih rendah dari sebelumnya.

Baca Juga: Selamatkan Mebel Anda dari Rayap, Basmi dengan Cairan Pupuk Urea dan Garam

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkop Nyatakan Koperasi Tekad UPGRIS Kategori Sehat!

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:19 WIB
X