Indonesia Perlu Mendorong Kerja Sama dengan Sektor Swasta AS, Pendekatan Harus ke Bisnis

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 20:15 WIB
Ilustrasi investasi. (foto: pixabay)
Ilustrasi investasi. (foto: pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengungkapkan perusahaan swasta lebih berpeluang masuk ke Indonesia dibanding pemerintahan.

"Pemerintahan Biden masih terlalu ragu-ragu dalam segala hal, sehingga saya tidak terlalu membayangkan ini akan bisa cepat," terangnya di Jakarta, hari ini.

Oleh sebab itu, Fithra menyarankan pemerintah Indonesia untuk mendorong kerja sama dengan sektor swasta AS.

"Jadi pendekatannya harus lebih ke bisnis sih, ketimbang hanya ke pemerintah AS," tandasnya.

Baca Juga: Halo Pedagang Gorengan, Harga Minyak Goreng di Kota dan Kabupaten Semarang Naik, Rp 11.500 - Rp 14.000

Menurutnya, pemerintah patut merealisasikan pemindahan basis produksi utama dari China ke Indonesia.

Indonesia saat ini punya kelebihan input produksi sebagai dampak dari hilirisasi produksi yang dibutuhkan oleh industri.

"Seharusnya investasi ke depan bisa lebih banyak kita terima karena negara-negara di Barat, AS, EU juga sama seperti China, sedang kelimpungan mencari sumber daya," tegasnya.

Menurutnya, Indonesia dan ASEAN mendapati keuntungan atas dua faktor selama pandemi dan usai pandemi, yakni China Factor dan Relocation Factor.

Baca Juga: Alhamdulillah, Harga Beras Medium dan Premium di Kota dan Kabupaten Semarang, Rp 11.000 hingga Rp 12.000

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X