Pasar Modal Makin Diminati, OJK: Bukan Cara Instan untuk Kaya

- Selasa, 25 Oktober 2022 | 10:37 WIB
Ilustrasi pasar modal. (Pixabay/@geralt)
Ilustrasi pasar modal. (Pixabay/@geralt)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Literasi dan inklusi keuangan masyarakat di sektor pasar modal relatif masih rendah dibandingkan industri lain di sektor jasa keuangan.

Hal itu diungkapkan Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Indarto Budiwitono, saat talkshow "Investasi di Pasar Modal bagi Generasi Zillenial" di Bandung, Senin 24 Oktober 2022.

Dia mengutip hasil survei indeks literasi dan inklusi keuangan nasional pada tahun 2019 yang menunjukkan bahwa indeks literasi pasar modal sebesar 4,92 persen.

Baca Juga: Kronologi Perempuan yang Nekat Terobos Istana Negara: Sempat Todongkan Senjata Api ke Paspampres

Sementara indeks inklusi keuangannya tercatat sebesar 1,55 persen.

Belakangan, ada kecenderungan banyaknya penawaran produk investasi melalui media sosial influencer yang turut mempengaruhi perilaku generasi muda.

Salah satunya dalam membeli produk investasi tanpa terlebih dahulu melakukan screening atas profil perusahaan, legalitas serta kinerja keuangan yang dapat diyakini kebenarannya.

Baca Juga: Update Harga Komoditi Emas Selasa 25 Agustus 2022: Antam Turun Rp 3.000, Emas Dunia Tertekan Dolar

Hal ini, katanya, tidak terlepas dari kemunculan influencer generasi muda selaku afiliator yang secara singkat menjadi kaya-raya.

Padahal investasi yang ditawarkannya ilegal dan seringkali menjerumuskan masyarakat untuk memperkaya dirinya sendiri.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X