Ancaman Resesi, Trading Emas Untuk Investasi Masih Diminati Tapi Cek Dulu Legalitas Bappebti

- Senin, 24 Oktober 2022 | 14:00 WIB
Koordinator Perusahaan PT Kontakperkasa Futures (KPF) Cabang Semarang Andi M memberikan edukasi mengenai perdagangan berjangka komoditi di Semarang, baru-baru ini.
Koordinator Perusahaan PT Kontakperkasa Futures (KPF) Cabang Semarang Andi M memberikan edukasi mengenai perdagangan berjangka komoditi di Semarang, baru-baru ini.

SEMARANG, suaramerdeka.com- Prediksi resesi global yang mengancam di tahun depan membuat investor ancang-ancang membidik logam mulia sebagai investasi.

Investor pada umumnya menyimpan emas sebagai safe haven saat sejumlah krisis mengancam termasuk juga resesi ekonomi.

Koordinator Perusahaan PT Kontakperkasa Futures (KPF) Andi M menyampaikan, di saat dunia resesi secara fisik harga emas bisa melambung.

Baca Juga: 6 Galeri Investasi Dibuka untuk Dorong Literasi Pasar Modal, Sekolah Menengah Turut Ambil Bagian

Dari semua produk di pasar berjangka, investasi gold atau logam mulia emas paling diminati.

Dan cara menganalisanya juga sedikit lebih mudah daripada produk lainnya seperti mata uang.

"Untuk logam mulai harganya bisa dibilang transparan di mana pun berada dan saat resesi bahkan harga emas bisa tembus Rp900 ribu-Rp1 juta lebih per gramnya," kata Andi, belum lama ini.

Baca Juga: Jangan Ngeyel, Coba Dulu! Dua Sendok Ramuan Cespleng Pupuk Organik Ini Buat Anggrek Berbunga Lebat Tahan Lama

Ditambahkan, trading atau transaksi perdagangan berjangka komoditi ini diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Trading bisa menjadi solusi saat perekonomian akan menurun, apalagi dengan emas atau logam mulia yang bisa menjadi penyelamat.

Halaman:

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X