SEMARANG, suaramerdeka.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyiapkan strategi khusus sebagai antisipasi kemungkinan memburuknya ekonomi global.
Langkah antisipasi ini harus disiapkan betul oleh seluruh industri jasa keuangan sebagai bentuk kesiapsiagaan atas dampak yang lebih buruk.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, langkah antisipasi harus dilakukan dengan segera, dengan memahami dan menghitung seluruh risiko yang ada.
Baca Juga: OJK Regional 3 Jateng dan DIY Dorong Kolaborasi BPR di Jawa Tengah, Pertumbuhan Positif di Atas Nasional
Dengan langkah yang diambil industri jasa keuangan justru akan menempatkan perekomian Indonesia menjadi lebih siap terhadap kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Menurutnya, jangan terlalu percaya diri karena dengan kondisi yang sudah pulih dari pandemi ini menempatkan posisi Indonesia dalam posisi terbaiknya.
"Tentunya kita menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini, sekaligus mengantisipasi dan siaga terhadap risiko-risiko pemburukan ekonomi dunia,” kata Mahendra.
Baca Juga: Cukup 1 Sendok Ini Saja, Tanaman Hias Bougenville Berbunga Lebat. Intip 3 Tips Ampuh Lainnya
Dengan situasi yang sudah lebih siap dan semakin tahu apa yang akan terjadi.
Pihaknya melihat bahwa stabilitas dan kesehatan sektor dan industri jasa keuangan sangat menentukan.
Lebih lanjut Mahendra menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan seluruh industri jasa keuangan juga sejalan dengan kondisi sudah pulihnya perekonomian Indonesia dari pandemi.
Baca Juga: Begini Kalau Nekat Cobain, Kuliner Jajanan di Klaten Ini Maknyus Bikin Ketagihan Bosque
"Jika kita menilik kondisi kesehatan dari industri jasa keuangan, baik di perbankan maupun pasar modal kondisinya sudah pulih. Bisa dikatakan dalam kondisi jauh lebih sehat," jelasnya.
Terjaganya kondisi kesehatan industri jasa keuangan di Tanah Air, harus terus dikawal untuk semakin mengokohkan perekonomian bangsa.
"Tapi kita juga jangan lemah terhadap kondisi perburukan ekonomi di global. Kita harus melakukan langkah-langkah yang konkret," imbuhnya.
Artikel Terkait
OJK Awasi Tata Kelola BPR Secara Ketat, Diharap Pacu Perekonomian
OJK Catat Restrukturisasi Kredit Covid-19 Terus Melandai, Capai Rp 576,17 Triliun
Bantu Petani, OJK dan Bank Jateng Kucurkan Kredit Nol Persen
BPR Bisa Yuk Salurkan KUR Seperti Bank Umum! Begini Kata OJK