Trend Surplus Perdagangan Diprediksi Akan Berlanjut, Impor Terus Imbangi Ekspor

- Selasa, 18 Oktober 2022 | 20:04 WIB
Ilustrasi surplus perdagangan (foto: pixabay/Ahmad Ardity)
Ilustrasi surplus perdagangan (foto: pixabay/Ahmad Ardity)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, surplus perdagangan masih akan berlanjut dengan trend yang terus menyusut atau mengecil.

Hal ini dikarenakan impor akan terus mengimbangi ekspor di tengah percepatan pemulihan ekonomi.

“Saat ini nilai impor diperkirakan akan terus mengimbangi ekspor di tengah percepatan pemulihan ekonomi, yang menyebabkan peningkatan permintaan domestik, terutama untuk bahan baku dan barang modal impor (dua kelompok impor menyumbang sekitar 90% dari total impor),“ Kata Faisal.

Kebijakan pemerintah untuk melonggarkan berbagai batasan juga akan meningkatkan impor.

Baca Juga: Asik, Amanda Zahra Berbagi Foto di Twitter, Ternyata Sarjana Kedokteran

“Pelonggaran PPKM, telah meningkatkan mobilitas masyarakat yang dapat meningkatkan impor minyak. Sementara itu, tren kenaikan sebagian besar harga komoditas terlihat tertahan di tengah peningkatan ketakutan akan resesi global yang bersumber dari lonjakan inflasi, yang dapat melemahkan permintaan global. Hal ini memberikan risiko melemahnya kinerja ekspor,“ jelas Faisal.

Namun dari sejumlah harga komoditas yang terdampak, permintaan komoditas berbasis nikel tetap tinggi.

Faisal optimis, surplus perdagangan masih akan berlanjut dengan tren yang terus menyusut atau mengecil.

Ini akan membawa kabar baik untuk neraca transaksi berjalan.

Baca Juga: Siap siap untuk Army, Jin BTS Bakal Rilis Singel Terbaru

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkop Nyatakan Koperasi Tekad UPGRIS Kategori Sehat!

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:19 WIB
X