Harga BBM Susah Turun Karena Dolar AS Naik, Ini Kata Menteri ESDM

- Senin, 17 Oktober 2022 | 16:27 WIB
Ilustrasi penambangan minyak lepas pantai (Sumber: pixabay.com/keridjackson)
Ilustrasi penambangan minyak lepas pantai (Sumber: pixabay.com/keridjackson)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya yang subsidi yakni Pertalite (RON 90) diprediksi akan sulit mengalami penurunan dalam waktu dekat atau pada November 2022 mendatang.

Salah satu faktor penyebab sulit turunnya harga BBM ini adalah nilai tukar (kurs) tengah mengalami kelesuan sejak awal bulan ini.

Penurunan nilai tukar ini yang memengaruhi harga jual BBM di dalam negeri.

Baca Juga: Tropong Link Download Contoh Soal ANBK AKM Literasi Numerasi Jenjang SD MI Tahun 2022, Lengkap Kunci Jawaban

Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nyaris menembus Rp 15.500 per US$.

Tim suaramerdeka.com mencoba melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan di Rp 15.465 per US$, melemah 0,26% di pasar spot.

Depresiasi bertambah menjadi 0,29% ke Rp 15.470 per US$ pada pukul 9:03 WIB. Rupiah pun semakin dekat dengan Rp 15.500 per US$.

Baca Juga: Tak Punya Rekening di Bank Himbara? Penerima BSU Tahap 6 Bisa Cairkan Bantuan Lewat Kantor pos, Begini Caranya

Bank sentral AS (The Fed) yang akan terus agresif menaikkan suku bunga dan isu resesi dunia menjadi kombinasi sempurna yang membuat dolar AS semakin menguat.

Posisi rupiah kini semakin jauh dari asumsi kurs pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 dalam Peraturan Presiden No.98 tahun 2022 yang dipatok Rp 14.450.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkop Nyatakan Koperasi Tekad UPGRIS Kategori Sehat!

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:19 WIB
X