Dukung Pertumbuhan Fintech, Literasi Keuangan Masyarakat Perlu Ditingkatkan

- Jumat, 30 Juli 2021 | 13:15 WIB
ilustrasi fintech (suaramerdeka.com / dok)
ilustrasi fintech (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Hilangnya sumber pendapatan akibat keberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperkirakan dapat mendorong masyarakat untuk mencari pinjaman konsumtif dari perusahaan finansial teknologi (fintech).

Tanpa adanya peningkatan literasi keuangan, hal ini dapat memicu terjadinya gagal bayar atau non-performing loan yang dapat merugikan peminjam dan pemberi pinjaman.

Sektor fintech memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan inklusi finansial di Indonesia karena dapat menjangkau mereka yang sebelumnya belum terakomodasi lembaga keuangan konvensional seperti bank.

“Data dari Pricewaterhouse Coopers (PwC) mencatat bahwa sekitar 70 persen nasabah fintech lending berasal dari golongan masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau lembaga penyedia layanan keuangan konvensional,” kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Thomas Dewaranu.

Baca Juga: Suku Bunga Acuan Batal Naik, Harga Emas Antam jadi Rp953Ribu per Gram

Sayangnya hal ini belum diikuti literasi keuangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2019 menunjukkan tingkat literasi finansial di Indonesia baru mencapai 38 persen.

Angka ini kontras jika dibandingkan dengan tingkat inklusi keuangan nasional yang telah mencapai 76 persen.

Hal ini mengindikasikan bahwa banyak masyarakat yang sudah mengakses layanan keuangan di Indonesia seperti perbankan, asuransi, dan lembaga keuangan mikro.

Namun mereka tidak memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam hal pengelolaan keuangan sehingga rawan terjatuh ke dalam gagal bayar.

Baca Juga: Insentif Fiskal Digelontorkan, Pemerintah Dorong UMKM Go Digital dan Go Global

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Koperasi Mitra BI Ekspor Kopi ke Saudi Arabia

Jumat, 17 September 2021 | 20:35 WIB

Peran Dipertajam, Koperasi Sejenis Diminta Merger

Jumat, 17 September 2021 | 20:30 WIB
X