Kadin Jawa Tengah: Tantangan Global Harus Diantisipasi, Luaskan Perdagangan Untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:30 WIB
KADIN Jawa Tengah dan Uni Eropa bersinergi dalam upaya perdagangan dan investasi. (suaramerdeka.com/Dok)
KADIN Jawa Tengah dan Uni Eropa bersinergi dalam upaya perdagangan dan investasi. (suaramerdeka.com/Dok)
SEMARANG, suaramerdeka.com -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah berupaya menjalin sinergi dan kerja sama dengan mitra dagang di luar negeri, termasuk dengan pengusaha di Uni Eropa.
 
Tidak hanya pelaku industri skala menengah saja, tetapi juga industri besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
 
Ketua Umum Kadin Jateng Harry Nuryanto Soediro mengatakan melalui kerja sama dengan Uni Eropa akan membuka peluang bagi sektor industri kecil, sehingga seluruh pelaku usaha bisa mendapatkan keuntungan secara komprehensif. 
 
 
Harry menjelaskan, melalui kerja sama yang terbangun dan terjalin itu bisa ikut mendongkrak pengembangan industri kecil di Jateng maupun Uni Eropa.
 
Menurutnya, pelaku industri kecil merupakan salah satu pendorong penting bagi mesin pertumbuhan ekonomi di Jateng. 
 
Oleh karena itu, momentum pertemuan antara KADIN Jawa Tengah dengan Uni Eropa harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan memulihkan pertumbuhan ekonomi nasional.
 
 
"Walaupun ada tantangan global, tetap optimis bahwa langkah komprehensif melalui komitmen kerja sama bilateral yang diupayakan ini akan membawa dampak yang besar mempercepat pencapaian tujuan pertumbuhan ekonomi global yang kuat dan berkelanjutan," kata Harry di sela diskusi Uni Eropa-Central Java Trade and Investment Dialogue di Hotel Gumaya.
 
Lebih lanjut Harry menjelaskan, akan ada banyak keuntungan bersama dalam peningkatan kerja sama yang bisa diwujudkan melalui perluasan perdagangan dan investasi.
 
 
"Kadin berharap, perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa dapat betul-betul terlaksana. Sehingga menjadi landasan kuat, dan dapat kita implementasikan dalam kerja sama ekonomi," jelasnya.
 
Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan bahwa pemprov terus mendorong laju investasi termasuk dari negara-negara Uni Eropa digenjot.
 
 
Sejauh ini investasi dari Uni Eropa tiga besar masih dikuasai Jerman, disusul Belgia dan Luxembourg dengan nilai sekitar USD 4.924,40 ribu di semester I-2022.
 
Menurut Ganjar, penjajakan peluang bisnis penting mengingat situasi dunia diprediksi akan gelap di tahun depan, sehingga diperlukan terobosan untuk mengantisipasi yang terburuk.
 
 
"Sejumlah kawasan industri termasuk juga yang ada di Batang yakni Grand Batang City atau Kawasan Industri Terpadu Batang siap menampung investor asing," ucap Ganjar.
 
Ganjar menjelaskan, sejumlah insentif dan kemudahan yang diberikan bisa menjadi pertimbangan dalam memulai usaha di Indonesia khususnya di Jateng.
 
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket menambahkan, provinsi Jateng menjadi wilayah yang sangat potensial untuk investasi.
 
 
Bukan hanya dari sisi aspek pengembangan kawasan industri saja tetapi juga kemudahan perizinan dan insentif yang diberikan untuk menarik investor asing.
 
"Situasi ekonomi dunia memang penuh ketidakpastian tetapi kami berusaha mencari peluang baru yang bisa dimanfaatkan negara-negara di Uni Eropa untuk berinvestasi di Indonesia khususnya Jawa Tengah," papar Vincent. 

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X