TPID Jateng Akan Lakukan Program Pengendalian Inflasi untuk Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM Subsidi

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 12:02 WIB
Ilustrasi petugas SPBU tengah mengisi BBM jenis Pertamax. Kenaikan harga BBM subsidi menjadi pemicu inflasi. (foto: IG Pertamina)
Ilustrasi petugas SPBU tengah mengisi BBM jenis Pertamax. Kenaikan harga BBM subsidi menjadi pemicu inflasi. (foto: IG Pertamina)

SEMARANG, suaramerdeka.com - September 2022, Provinsi Jawa Tengah mencatatkan inflasi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 1,19 persen (mtm).

Sebelumnya di bulan Agustus mencatatkan deflasi sebesar 0,39 persen (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan kenaikan inflasi pada bulan September 2022 terutama didorong oleh Kelompok Transportasi, sebagai dampak kenaikan harga bensin dan solar.

Baca Juga: Baca Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Aquarius, Aries, Cancer, Capricorn, Gemini, Leo, Kamis 6 Oktober 2022

"Untuk menjaga inflasi kembali pada sasarannya, TPID Jateng akan terus melakukan koordinasi dan mengalokasikan sumberdaya untuk program pengendalian inflasi dan meredam dampak inflasi pasca kenaikan BBM subsidi," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Oktober 2022.

Rahmat Dwisaputra menambahkan hal ini didukung oleh kebijakan pemerintah pusat yang membolehkan penggunaan pos anggaran Belanja Tidak Terduga untuk program pengendalian inflasi di daerah.

"Hal ini disampaikan oleh Mendagri pada rapat koordinasi nasional dengan seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota pada tanggal 30 Agustus 2022," ujarnya.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Siap Redam Uni Emirat Arab

Selain itu Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau juga mulai menunjukkan peningkatan peningkatan indeks harga meskipun masih tercatat mengalami deflasi sebesar -0,15% (mtm).

Indikasi peningkatan harga pada kelompok komoditas ini terutama didorong oleh kenaikan harga beras seiring dengan berlalunya masa panen di Jawa Tengah.

Halaman:

Editor: Cun Cahya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X