BPJPH Dukung Pengembangan Produk Kosmetik Halal

- Rabu, 28 Juli 2021 | 23:17 WIB

Baca Juga: Penyuluh Agama Diminta Aktif Intensifkan Edukasi Vaksinasi dan Pencegahan Covid

"Proses pengajuan sertifikasi halal mencakup beberapa tahapan. Pertama, pelaku usaha mengajuan permohonan sertifikasi halal kepada BPJPH. Kedua, BPJPH melakukan pemeriksaan dokumen permohonan yang dipersyaratkan. Ketiga, pelaku usaha memilih Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan kemudian BPJPH menetapkan LPH jika persyaratan melamar dinyatakan lengkap." terang Fitri menjelaskan.

Selanjutnya, LPH melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk. Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan penetapan kehalalan produk melalui Sidang Fatwa Halal. Dan berdasarkan penetapan kehalalan produk dari MUI tersebut kemudian BPJPH menerbitkan sertifikat halal.

Adapun dokumen persyaratan yang wajib dipenuhi pelaku usaha untuk pengajuan sertifikasi halal, antara lain surat permohonan, formulir pendaftaran, nama produk dan jenis produk, daftar produk dan bahan yang digunakan, dokumen pengolahan produk dan sistem jaminan produk halal.

Pengajuan sertifikasi halal, lanjut Fitri, dapat dilakukan melalui dua cara. Pertama, pengajuan permohonan langsung melalui BPJPH atau Satgas Halal di daerah. Kedua, pengajuan permohonan secara elektronik menggunakan Sistem Informasi Halal (SI-HALAL).

"Adapun contoh surat permohonan dan formulir yang dibutuhkan sebagai dokumen persyaratan dapat diakses oleh Bapak Ibu dan didownload melalui website kami www.halal.go.id/infopenting." menambahkan.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X