Airlangga Sebut Inflasi yang Terlalu Tinggi Perlu Diredam dengan Menaikkan Suku Bunga: Musuh Terbesar

- Jumat, 30 September 2022 | 21:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  (foto: ekon.go.id) (ekon.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (foto: ekon.go.id) (ekon.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kebijakan bank sentral di seluruh dunia dalam menaikkan suku bunga secara agresif adalah upaya meredam inflasi yang sudah terlalu tinggi.

Saat ini, sejumlah negara menghadapi risiko ledakan inflasi, karena meningkatnya harga komoditas pangan hingga energi.

"Inflasi menjadi musuh terbesar dunia sekarang," terang Ketum Golkar itu.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengungkapkan, kondisi badai global disebabkan krisis pangan dan energi yang dipicu konflik Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Dengar Bingkai Kata Dewa Langit, Enam Zodiak Dicegat Rezeki dan Cuan, Jangan Lupa Berbagi, Ya

Indonesia pun tidak lepas dari imbas ketidakpastian global.

Yang paling terasa adalah kenaikan harga bahan bakar minya (BBM).

"Pertama, dari komoditas pasti akan bergejolak harganya. Saya kira Rusia-Ukraina masih akan berlanjut sampai 2023. Karena perkiraan perangnya lama. Tentunya harga komoditas dan beberapa komoditas utama seperti bahan pangan, energi, minyak, gas itu tinggi. Jadi dampaknya ke kita, potensi inflasi dari BBM masih menghantui," terangnya.

Sebab itu, menurut Tauhid, pemerintah perlu memberikan stimulus fiskal untuk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat memberikan bantalan sosial (bansos).

Baca Juga: Bisikan Cantik Dewa Langit, Tunggu Saja, Rezeki dan Cuan Bakal Mengetuk Pintu Pribadi 5 Zodiak Ini

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X