Arahan Presiden Joko Widodo Menghemat Uang Negara, Senjata untuk Kelola APBN

- Jumat, 30 September 2022 | 11:24 WIB
Pesan Jokowi ke Sri Mulyani Soal APBN: Jaga Setiap Rupiah dengan Hati-hati. (Dok/BPMI Setpres)
Pesan Jokowi ke Sri Mulyani Soal APBN: Jaga Setiap Rupiah dengan Hati-hati. (Dok/BPMI Setpres)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku senang dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menghemat uang negara.

Menurut Sri Mulyani, arahan Presiden Joko Widodo tersebut bisa menjadi senjata dalam mengelola APBN.

"Pak Jokowi tadi minta Menkeu berhati-hati, kita senang. Karena kalau nanti ada yang minta belanja macam-macam, kita bilang tadi Pak Presiden suruh hati-hati. Jadi itu membuat kita bisa melihat secara jauh lebih baik," ujar Sri Mulyani, dalam acara UOB Economic Outlook 2023 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta.

Baca Juga: BSU 2022 Tahap 4 Kapan Cair? Simak Bocoran Kemnaker Beserta Cara Mengeceknya

Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo secara jelas dalam paparannya meminta untuk 'eman-eman' atau berhati-hati dalam menggunakan uang negara.

Sri Mulyani mengatakan, di tengah kondisi ekonomi dunia yang masih menantang, pihaknya akan menjaga kesehatan APBN terlebih setelah dua tahun tertekan pandemi Covid-19.

Dengan kondisi keuangan yang sehat, maka APBN bisa menjalankan fungsinya sebagai peredam guncangan ekonomi atau shock absorber.

Baca Juga: Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces, Aries, Taurus, Gemini, Sabtu 1 Oktober 2022

Jadi, pemerintah menargetkan defisit APBN tahun 2023 sebesar 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), kembali pada level di masa pra pandemi yaitu di bawah 3 persen terhadap PDB.

Pada 2020 defisit APBN melebar mencapai 6,09 persen terhadap PDB dan di pada 2021 mencapai 4,65 persen terhadap PDB dikarenakan penanganan pandemi Covid-19.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada! Ini Ciri-ciri Modus Penipuan Pinjaman Online

Kamis, 24 November 2022 | 10:36 WIB
X