Produk Lokal yang Berkualitas Internasional Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional

- Rabu, 28 September 2022 | 18:42 WIB
Kepala Pusat Industri Hijau, BSKJI Kemenperin, Herman Supriadi usai meninjau fasilitas produksi BJLAS milik PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) di Cikarang. (suaramerdeka.com / dok Kemenperin)
Kepala Pusat Industri Hijau, BSKJI Kemenperin, Herman Supriadi usai meninjau fasilitas produksi BJLAS milik PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) di Cikarang. (suaramerdeka.com / dok Kemenperin)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Salah satu cara untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional adalah melalui peningkatan belanja produk dalam negeri dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan koperasi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional Inspektorat Utama Sekretariat Jenderal DPR RI (Ittama Setjen DPR), Rabu 21 September 2022.

Mengutip data Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Gus Muhaimin mengatakan bahwa pada 2022 alokasi belanja barang dan jasa serta modal pemerintah kurang lebih Rp 1.000 triliun.

Baca Juga: Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Libra, Pisces, Sagitarius, Scorpio, Taurus, Virgo, Kamis 28 September 2022

Dari angka tersebut, 40 persennya berpotensi digunakan untuk pembelian produk dalam negeri dan produk UMKM.

Selanjutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi bahwa jika potensi tersebut direalisasikan dalam Semester I Tahun 2022 maka dapat menumbuhkan ekonomi sebesar 1,7 persen.

Gus Muhaimin menjelaskan, pada 30 Maret lalu, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi (UMKK) dalam rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.

Baca Juga: UMKM Tak Cukup Sekadar Digiring Supaya Go Digital, Celah Harus Dimanfaatkan

”Melalui Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan kepada setiap instansi pemerintah agar memaksimalkan penggunaan barang/jasa hasil produksi dalam negeri atau PDN sesuai dengan kewenangannya,” katanya.

Gus Muhaimin menilai, implementasi program P3DN dapat memberikan ruang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas barang dan jasa sehingga mampu bersaing secara mandiri di pasar internasional.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X