Resesi 2023 dan Situasi Tekanan Cash is The King

- Kamis, 29 September 2022 | 14:10 WIB
Ilustrasi Resesi ( pexels.com/Karolina Grabowska)
Ilustrasi Resesi ( pexels.com/Karolina Grabowska)

Guna menahan laju inflasi tersebut, banyak negara terutama Amerika Serikat, melakukan normalisasi kebijakan.

BI memperkirakan Bank Sentral AS masih akan meningkatkan suku bunga acuan atau fed fund rate hingga 2023.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Kamu Hindari Agar Bisa Move On dari Mantan

"Kita kenal istilah higher for longer yang menimbulkan ketidakpastian global dan pasar keuangan, diikuti Eropa. Sehingga mata uang dolar AS mengalami peningkatan tertinggi dalam sejarahnya dan mengalami tekanan cash is the king," sebutnya.

Dengan naiknya suku bunga acuan BI yang sudah dilakukan dalam dua bulan terakhir sebesar masing-masing 25 bps pada bulan lalu dan 50 bps pada bulan ini sudah menjangkar inflasi dan ekspektasi inflasi ke depan.

Hal yang perlu diwaspadai ke depannya adalah inflasi yang berasal dari volatile food atau pergerakan harga pangan.

Baca Juga: Terkuak Profil dan Foto Kang Jong Hyun, CEO Kripto Bithumb Holdings, Kencani Park Min Young

"Kita perlu mewaspadai kondisi volatile food... Karena harga-harga komoditas pangan global masih berlanjut dan masih terdapat tantangan, karena cuaca yang belum kondusif," sebutnya.

Selain itu, sebagai upaya dalam menjaga inflasi yang berasal dari volatile food, Deputi Gubernur BI ini menyebutkan bahwa seluruh daerah perlu untuk melakukan operasi pasar guna mengawasi produksi pangan.

"Kita harus punya fundamental terkait produksi supaya kuat antar waktu dan wilayah," jelas Aida.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Terkini

X