Resesi 2023 dan Situasi Tekanan Cash is The King

- Kamis, 29 September 2022 | 14:10 WIB
Ilustrasi Resesi ( pexels.com/Karolina Grabowska)
Ilustrasi Resesi ( pexels.com/Karolina Grabowska)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa tekanan inflasi masih mendominasi perekonomian di sejumlah negara.

Hal ini menyebabkan pasar keuangan global akan terus dihantui dengan ketidakpastian global hingga 2023 mendatang.

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menjelaskan, berdasarkan pengamatan BI bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan semakin menurun di tahun depan.

Terutama berasal dari negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Asia seperti China.

Baca Juga: Mengenal 9 Aktor Aktris Pemeran Film Dokudrama G30S PKI, No 9 Ternyata Anak Rima Melati

Inflasi di negara berkembang atau emerging market saat ini sudah di atas 10%.

Sementara negara maju yang selama ini mengalami inflasi 0% sekarang sudah di atas 8%.

Hal ini terjadi tak luput karena masih berlangsungnya tensi geopolitik Rusia dan Ukraina.

Baca Juga: Eks Jubir KPK Febri Diansyah Profesional Dampingi Putri Candrawathi, 3 Langkah Jitu Dipersiapkan

"Akibatnya semua energi, komoditas naik, berlanjut proteksionisme pangan, heat wave di China dan Eropa yang menerus memberikan tekanan inflasi," jelasnya dalam Diskusi Publik pada Rabu, 28 September 2022.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Terkini

Waspada! Ini Ciri-ciri Modus Penipuan Pinjaman Online

Kamis, 24 November 2022 | 10:36 WIB
X