Resesi 2023 Semakin Nyata, IARFC Imbau untuk Tidak Konsumtif

- Kamis, 29 September 2022 | 13:24 WIB
Ilustrasi inflasi. (Gerd Altmann dari Pixabay)
Ilustrasi inflasi. (Gerd Altmann dari Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tahun 2023, seluruh dunia diprediksi akan mengalami resesi besar-besaran.

Maka dari itu, pelaku ekonomi mulai mempersiapkan diri menghadapi kondisi terburuk yang akan terjadi akibat resesi.

Perencana keuangan sekaligus Presiden International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia, Aidil Akbar Madjid, menyarankan masyarakat mulai semakin berhemat untuk menghadapi potensi resesi ekonomi global pada 2023 tersebut.

Baca Juga: Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Capricorn, Sagitarius, Scorpio, Libra, Virgo, Leo, Jumat 30 September 2022

Dugaan pemicu resesi tersebut adalah permasalahan inflasi atau naiknya harga-harga.

"Kalau inflasi berarti kan biaya hidup akan naik, barang-barang pasti naik, ya sudah kita harus mencoba belajar mengencangkan ikat pinggang," sebutnya saat dihuhungi tim suaramerdeka.com.

Untuk menjaga stabilitas aliran dana saat kondisi resesi terjadi, perencana keuangan tersebut mengingatkan dengan tegas masyarakat untuk menekan jumlah konsumsinya.

Baca Juga: Jika Rampung, BPH Migas Yakin Revisi Perpres 191/2014 Mudahkan Penyaluran Subsidi BBM

Presiden IARFC tersebut menyebutkan bahwa masa resesi tersebut adalah momen tepat bagi masyarakat untuk kembali mengelola keuangannya dengan baik dan mengurangi jumlah belanja konsumtifnya.

"Kalau handphone masih bagus jangan beli Iphone 14 lah, atau enggak usah ganti dulu. Yang enggak penting untuk liburan, healing, ya sudah jangan liburan dulu, atau kalau mau healing ya di dalam negeri dulu, atau dalam kota," ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada! Ini Ciri-ciri Modus Penipuan Pinjaman Online

Kamis, 24 November 2022 | 10:36 WIB

Profesi Akuntan Bersinergi Hadapi Era Society 5.0

Selasa, 8 November 2022 | 17:26 WIB
X