Dianggap Memberatkan, Pemerintah Diminta Stop Kenaikan Cukai Rokok

- Rabu, 28 September 2022 | 11:48 WIB
 Pemusnahan pita cukai rokok dan rokok ilegal di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 14 Desember 2021. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)
Pemusnahan pita cukai rokok dan rokok ilegal di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 14 Desember 2021. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

Pertama, akan terjadi pengurangan pegawai atau buruh yang berarti menghasilkan pengangguran yang sangat banyak.

Baca Juga: Soal Penangkapan Sudrajad Dimyati, Gayus Lumbuun: Kesepakatan dari Hakim Tidak Sendiri

Padahal saat ini ekonomi sedang sangat sulit.

Yang kedua akan semakin banyak rokok illegal.

Yang ketiga, industri rokok terutama pabrikan rokok menengah dan kecil semakin banyak yang gulung tikar alias bangkrut.

Baca Juga: Ampun Deh! Pendeta Gilbert Ngotot Bela Ferdy Sambo, Omongannya Bikin Brigadir J dan Bharada E Tersudut

Itu berarti menimbulkan efek negatif juga bagi pemerintah. Akan semakin mempersulit ekonomi.

Hal yang sama disampaikan Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Benny Wahyudi.

Menurutnya, usulan kenaikan cukai rokok setiap tahun selain karena pemerintah membutuhkan dana juga karena adanya tekanan dari dunia luar terutama kalangan lembaga swadaya masayrakat, agar menaikan cukai rokok.

Baca Juga: Penangkapan Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Mahkamah Agung Didesak Segera Lakukan Reformasi Total

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT RFB Catatkan Predikat Terbaik

Sabtu, 14 Januari 2023 | 12:56 WIB
X