Dianggap Memberatkan, Pemerintah Diminta Stop Kenaikan Cukai Rokok

- Rabu, 28 September 2022 | 11:48 WIB
 Pemusnahan pita cukai rokok dan rokok ilegal di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 14 Desember 2021. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)
Pemusnahan pita cukai rokok dan rokok ilegal di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 14 Desember 2021. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kebiasan pemerintah menaikan cukai rokok setiap tahun dinilai tidak adil.

Saat pandemi Covid-19 sedang menggila tahun 2020-2021, industri lainnya di tanah air mendapat insentif, industri rokok justru dibebani dengan kenaikan cukai rokok yang besar dan memberatkan.

Tahun 2022 pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak negatif ke berbagai sektor kehidupan masyarakat termasuk industri.

Baca Juga: 7 Tanda Wanita Tulus Mencintai Pasangan, Nomor 6 Paling Sulit Dilakukan

Untuk itu, agar industri rokok tidak semakin menderita dan tumbang, pemerintah diminta bijaksana dengan tidak menaikan cukai rokok di tahun 2023 mendatang.

Hal itu diungkapkan, ketua Harian Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Heri Susianto

“Kami sangat menolak kenaikan cukai rokok di tahun 2023. Kami sudah sampaikan hal ini ke Menteri (Keuangan) dengan alasan tentunya, bukan hanya sekedar menolak karena selama ini Formasi realistis saja."

Baca Juga: Ketua Mahkamah Siap Adakan Rotasi dan Mutasi Besar-besaran, Ada Kriterianya

"Tahun depan dengan baru pulihnya ekonomi seusai pandemic kita memohon pemerintah untuk tidak menaikkan cukai di tahun depan,” ujarnya, kepada pers kemarin di Jakarta.

Lebih lanjut Heri menjelaskan, apabila pemerintah ngotot menaikan cukai rokok banyak dampak negatif yang ditimbulkan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pupuk Indonesia Go Global Lewat Ekspansi di Dubai

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:01 WIB
X