Ancaman Resesi 2023 Makin Menguat, Sejumlah Negara Mulai Alami Perlambatan Ekonomi

- Rabu, 28 September 2022 | 06:40 WIB
ilustrasi resesi. (Pixabay / Gam-OI)
ilustrasi resesi. (Pixabay / Gam-OI)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pertanda terjadinya resesi pada tahun depan semakin kuat terdengar setelah sejumlah negara mengalami perlambatan ekonomi.

Perlambatan ekonomi ini sudah mulai muncul di negara-negara maju, seperti China, Amerika Serikat dan Inggris sehingga memicu resesi.

Adapun resesi yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari terjalnya pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Baca Juga: Pemilu dan Pilpres Momentum Kepentingan Bangsa, Ibas: SBY dan Partai Demokrat Pro-Indonesia

Terlebih salah satu faktor pengaruh yang memperkuat resesi adalah perang antara Rusia dan Ukraina.

Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Asian Development Bank (ADB) telah berulang kali mengumandangkan bahaya resesi di 2023.

Menteri Keuangan Sri Mulyani turut mengungkapkan, tanda-tanda resesi yang sudah semakin terlihat.

Baca Juga: Calon Konglomerat Tahun Ini, 6 Shio Ini Bisa Tarik Rezeki dari Segala Arah, Mudah Datangkan Kekayaan

Dalam paparan APBN KITA Agustus 2022 pada Senin, 26 September 2022 lalu, Sri Mulyani memperkirakan dunia akan secara bersama terjun ke jurang resesi pada 2023.

Hal ini dipicu inflasi yang tinggi akibat melesatnya harga pangan dan energi di sejumlah negara, khususnya Eropa dan Amerika Serikat.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah 2 Cara Cek Tarif JNE Tanpa Ribet!

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:42 WIB
X