Meski Perang Rusia - Ukraina Berlanjut, Masih Ada Peluang Perekonomian Indonesia Tumbuh di Tantangan Global

- Selasa, 27 September 2022 | 20:53 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (foto: pixabay)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (foto: pixabay)

suaramerdeka.com - Ekonom Bank Mandiri Faisal Rahman mengatakan, inflasi tahun ini bisa mencapai 6.27 persen.

Angka ini jauh dari proyeksi pemerintah yang menargetkan inflasi di bawah 5 persen.

Selain itu diprediksikan Bank Indonesia akan terus menaikkan suku bunga acuan.

“Kami prediksikan suku bunga acuan bisa mencapai 5 persen pada akhir tahun,“ sebut Faisal saat berbincang hari ini.

Baca Juga: Senang Sekali 6 Zodiak Ini, Ditakdirkan Jadi Paling Beruntung, Rezeki dan Cuan Hilir Mudik Menyambanginya

Penyebabnya adalah tekanan eksternal berlanjut dari lebih agresifnya banyak bank sentral di negara-negara besar dalam menaikan suku bunganya yang berujung pada risk off sentiment pada negara sedang berkembang termasuk indonesia (capital outflow).

“Selain itu, fear of global recession juga menaikan risiko turunnya surplus neraca dagang akibat turunnya permintaan dan turunnya harga komoditas. Kedua hal tersebut memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah,“ jelas Faisal.

Kemudian dia menambahkan, dari sisi domestik, inflasi masih diperkirakan akan terus berlanjut tinggi sehingga inflasi dapat mencapai 6,27 persen pada akhir tahun.

Sementara itu, musim dingin di belahan dunia barat diprediksi akan membuat inflasi di negara barat naik.

Baca Juga: Bersyukurlah, 6 Zodiak Terus Menerus Disuplay Rezeki dan Cuan, Membusung Rekening Tabungannya

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X