LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan, Jaga Momentum Perbaikan Fungsi Intermediasi Perbankan

- Rabu, 28 September 2022 | 07:20 WIB
LPS menaikkan bunga penjaminan simpanan baik rupiah maupun valuta asing. (Foto : LPS)
LPS menaikkan bunga penjaminan simpanan baik rupiah maupun valuta asing. (Foto : LPS)

Selanjutnya, sesuai dengan peraturan yang berlaku, bank wajib memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Baca Juga: Hasil Laga Uji Coba: Brasil Menang Telak 5-1 Atas Tunisia

Apabila nasabah penyimpan menerima hasil bunga melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS, maka simpanan nasabah tidak memenuhi kriteria penjaminan LPS.

Kemudian, menjawab pertanyaan awak media yang hadir secara daring, terkait dengan kondisi likuiditas perbankan terkini, Purbaya mengatakan, walau GWM (Giro Wajib Minimum/ dana atau simpanan minimum yang harus dipelihara bank dalam bentuk saldo rekening giro yang ditempatkan di Bank Indonesia) dinaikkan, suku bunga naik, dan TBP juga naik.

Namun pihaknya melihat kondisi likuiditas dipengaruhi secara overall dari berbagai bauran kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan yakni, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan juga LPS.

Baca Juga: Calon Konglomerat Tahun Ini, 6 Shio Ini Bisa Tarik Rezeki dari Segala Arah, Mudah Datangkan Kekayaan

“Indikator yang paling mudah adalah pertumbuhan M0 itu sekarang masih 32 persen, itu jauh di atas level saat kita mengalami kondisi di awal tahun 2020, dimana saat itu minus 14,4 persen."

"Jadi kondisi secara riil likuiditas perbankan kita secara keseluruhan itu amat baik,” jelasnya.

Adapun, fundamental kondisi perbankan yang relatif kuat ditunjukkan dengan rasio permodalan (KPMM) industri yang berada di level 24,83% dan rasio alat likuid (AL/NCD) di kisaran 117,99 persen.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X