Kabar Baik Penerbangan Indonesia, Garuda Sudah Mulai dapat Untung

- Selasa, 27 September 2022 | 14:37 WIB
Pesawat Boeing 737-800 NG Garuda Indonesia. (suaramerdeka.com / Andika Primasiwi)
Pesawat Boeing 737-800 NG Garuda Indonesia. (suaramerdeka.com / Andika Primasiwi)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar 3,816 miliar dollar AS atau setara Rp 57,24 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.000 per dollar AS.

"Garuda selain kita positif dari segi operasional tetapi juga mencatatkan laba bersih sebesar 3,816 miliar dollar di semester pertama 2022," kata Irfan dalam RDP Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 26 September 2022.

Irfan menyebutkan bahwa hal tersebut disebabkan adanya peningkatan pendapatan dari restrukturisasi utang dengan disetujuinya Perjanjian Perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Baca Juga: Begini Cara Konsumsi Ratu Rayap Si Banyak Khasiat, Pilih yang Putih Montok Ya!

"Jadi, 3,8 miliar dollar AS ini diperoleh dari situ yaitu utang yang turun dari 10,1 miliar dollar AS menjadi sekitar 5 miliar dollar AS," ujarnya.

Dirut PT. Garuda Indonesia (Persero) ini juga menyebutkan bahwa pihaknya menyusun rencana bisnis seperti menurunkan biaya sewa pesawat mendekati tarif wajar, pemberlakuan power by the hour (PBH) atau membayar sewa pesawat yang digunakan dan tak akan melayani penerbangan yang tidak menguntungkan.

"Dalam pembuatan business plan tersebut ada 2 hal utama yang dibutuhkan Garuda dari pemerintah, pertama penambahan PMN sebesar Rp 7,5 Triliun melalui right issue (HMETD) dan perubahan struktur kepemilikan sebagai akibat adanya konversi utang kreditur dalam skema perjanjian PKPU," tuturnya.

Baca Juga: Bandel! Dibilang Jangan Asal-asalan, Begini Cara Agar Daun Lidah Buaya Tumbuh Besar dan Daging Tebal Segar

Lebih lanjut, Irfan menambahkan, putusan homologasi hasil PKPU PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah disahkan pada 27 Juni 2022 oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ia mengatakan, dengan persetujuan tersebut, total utang Garuda secara konsolidasi akan menurun dari 10,1 miliar dollar AS menjadi 5,1 miliar dollar AS.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Terkini

X