Regulasi Lemah, Penanganan Koperasi Bermasalah Disebut Tak Optimal Lindungi Anggota

- Minggu, 25 September 2022 | 16:15 WIB
OTT KPK  suap kepengurusan kasasi pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. (Tangkapan layar kanal YouTube resmi KPK)
OTT KPK suap kepengurusan kasasi pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. (Tangkapan layar kanal YouTube resmi KPK)

Baca Juga: Begini Akibatnya Kalau Rajin Banget Siram Anggrek, Nyeseknya Nggak Abis-abis Bikin Nangis!

Apalagi tanpa adanya dasar regulasi yang melindungi konsumen atau anggota tentu bisa merugikan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Peraturan perundang-undangan yang jelas tentu akan menjadi pondasi kuat menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian.

Koperasi sebagai sebuah badan hukum dan badan usaha seharusnya bisa memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, hanya saja jika tidak ada pengawasan akan jadi sangat lemah.

Baca Juga: Salah Sendiri, Begini Akibatnya Kalau Nekat Menanam Tanaman Hias Lidah Mertua!

"Pemberdayaan terhadap suatu entitas tidak hanya memberi perijinan, mudah sekali bikinnya setelah badan hukum dapat selesai ya sudah dilepas. Perlu ada penanganan komprehensif,'' imbuhnya.

Pihaknya tak menampik, ada pejabat pengawas koperasi tetapi hal ini juga disayangkan karena tidak memiliki dasar regulasi yang jelas.

"Pemerintah ingin membantu penguatan tapi menjadi alakadarnya, KSP operasional seperti perbankan, tapi pengawasnya nggak pernah dapat ilmunya lalu bagaimana tahu proses bisnisnya. Pengawas datang ke koperasi harusnya melakukan pembinaan, tapi mereka malah dibina dalam tanda kutip,'' kata Ahmad Subagyo.

Baca Juga: Nggak Nyangka Banget! Ini Rahasianya Kalau Dua Cairan Bersatu, Aglonema Glowing Bikin Merinding

Sebagai peneliti, ia juga telah berkeliling ke banyak daerah di Indonesia dan melihat kondisi koperasi seperti ini.

Halaman:

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X