Wisata Pecinan Kembang Jepun Bangkit, Hidupkan Budaya Arek dan Perekonomian Daerah

- Sabtu, 24 September 2022 | 18:50 WIB
Salah satu mural di kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun, Surabaya. (suaramerdeka.com / dok)
Salah satu mural di kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun, Surabaya. (suaramerdeka.com / dok)

SURABAYA, suaramerdeka.com – Wilayah Kembang Jepun merupakan salah satu kawasan pusat bisnis di Indonesia yang menyimpan sejarah perdagangan sejak masa penjajahan Jepang.

Kembang Jepun sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat kawasan bisnis perdagangan grosir dengan sebutan CBD (Central Business District) I Kota Surabaya yang kental akan budaya Jawa, Madura dan Tionghoa.

Seiring berjalannya waktu, pada 10 September 2022, Wisata Pecinan Kembang Jepun diresmikan kembali sebagai “Kya-Kya Reborn”.

Baca Juga: Gak Ngarang, Menanam Si Biru Cantik Bunga Telang Punya Risiko Segudang, Berani Tanam di Pekarangan?

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya bersama Wirya Atmaja selaku Asst. General Manager Nippon Paint Indonesia meresmikan bangkitnya Wisata Pecinan Kembang Jepun, Surabaya, 10 September 2022.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya yang hadir meresmikan bangkitnya Wisata Pecinan Kembang Jepun mengatakan bahwa Wisata Pecinan Kembang Jepun merupakan representasi kembalinya budaya “Arek” yang lekat dengan nilai-nilai toleransi dan gotong royong yang kuat.

Hadirnya Wisata Pecinan Kembang Jepun mampu membuat seluruh elemen masyarakat kampung terlibat, bergotong royong, dan larut dalam kebersamaan.

Baca Juga: Gak Percaya Sih! Begini Akibat dari Mengonsumsi Buah Bidara yang Ditanam di Pekarangan Rumah

Meski sebelumnya sempat alami pasang surut akibat perpindahan pusat perdagangan, kini Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengan beberapa pemangku kepentingan untuk terus membenahi kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun agar kedepannya dapat menjadi tujuan bagi wisatawan yang menyambangi kota Pahlawan ini.

“Saat ini kami bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sedang membangun konsep Desa Wisata.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X