UMKM Tak Cukup Sekadar Digiring Supaya Go Digital, Celah Harus Dimanfaatkan

- Sabtu, 24 September 2022 | 12:05 WIB
Ilustrasi UMKM. (dok. pemkot surakarta)
Ilustrasi UMKM. (dok. pemkot surakarta)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 membuat UMKM berbondong-bondong menggunakan teknologi digital dalam aktivitasnya.

Hanya saja, perkembangannya dinilai relatif belum menggembirakan karena sebagian pelaku UMKM masih menjadikannya formalitas.

Hal ini diungkapkan, Director Business Incubator SBM ITB, Dr Dina Dellyana di sela-sela pembukaan Coaching Clinic UKM Jabar 2022 di Bandung, Jumat, 23 September 2022.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Yuk Pakai Daun Pandan sebagai Racun Tikus Alami, Lebih Murah

"Masih sekadar ada, pokoknya sudah pakai, sudah ada e-commerce, tapi tak dioptimalisasi. Situasinya sebenarnya, tak lagi relevan semua UMKM harus go digital, sebab hampir semuanya digital tapi harusnya bagaimana me-maintenancenya setelah masuk digital," katanya.

Karena itu, perkembangannya tak menutup kemungkinan cenderung lambat.

Menurut dia, dari hasil pengamatannya, indikasinya di antaranya ditunjukan dari sejumlah respon UMKM dalam melakukan aktivitas digital tersebut.

Baca Juga: Bocoran Sinopsis Ikatan Cinta 24 September 2022: Pengorbanan Aldebaran di Pondok Pelita Bikin Andin Terharu

Mereka diharapkan mulai berani untuk memanfaatkan celah-celah yang bisa mendorong pengembangan usahanya.

"Ketika ada kegagalan dibenerin gak, apakah mereka berupaya menjadikannya sebagai star seller, kemudian kebijakan diskon, dan update layanan lainnya, dari aspek-aspek optimalisasi itu nantinya bisa membuat usahanya maju, tak sebatas standar sudah pakai e-commerce," katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dekopin Konsisten Beri Pendampingan UMKM dan Koperasi

Sabtu, 19 November 2022 | 15:05 WIB

KADIN Binus Luncurkan Program Pendampingan UMKM

Sabtu, 12 November 2022 | 06:15 WIB

Bangkitkan UMKM Lokal Melalui Dana Bergulir

Senin, 31 Oktober 2022 | 08:08 WIB
X