Kerajinan Kaligrafi Bertahan di Tengah Pandemi, Dipesan Pengusaha hingga Menteri

- Rabu, 28 Juli 2021 | 08:48 WIB
 Mujtaid Al Fatah, menunjukkan beberapa karyanya di Galeri Albarokah Kaligrafi. (suaramerdeka.com / Surya Yuli P)
Mujtaid Al Fatah, menunjukkan beberapa karyanya di Galeri Albarokah Kaligrafi. (suaramerdeka.com / Surya Yuli P)

TENGARAN, suaramerdeka.com - Produk kerajinan kaligrafi tidak boleh salah dalam proses pembuatannya.

Kalau ada kesalahan karena tidak ada tanda baca atau kurang huruf arab, maka sudah menjadi produk gagal.

Untuk itu pembuatannya harus hati-hati dan tidak boleh salah. Apalagi kaligrafi berlapis kuningan atau tinta emas yang bahan bakunya mahal, maka sekali buat harus jadi sesuai pesanan.

Gagal dalam pengggarapan berarti kerugian. Hal itu diungkapkan Mujtaid Al Fatah, pemilik Albarokah Kaligrafi di RT 5 RW 2 Dusun Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Baca Juga: Sertifikasi MFDC Beri Jaminan Pelayanan Klinik Gigi Berbasis Nilai Islam

Fatah awalnya merupakan santri yang pernah mondok di Ngawi Jatim dan Sarang Rembang. Kemudian pria asal Mijen Demak ini, mengabdikan diri sebagai guru ngaji di sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah.

Bahkan dia harus terpisah dengan istrinya karena sama-sama mengajar ngaji di pondok pesantren yang berbeda kota.

Kemudian memutuskan tinggal di Desa Bener, mengikuti istrinya, dan melanjutkan tugas sebagai guru para santri di pondok pesantren setempat.

Memiliki kemampuan mengaji dan menulis arab, membuatnya berpikir untuk mengembangkan bisnis pembuatan kaligrafi.

Baca Juga: Kasus Kematian Akibat Covid-19 Makin Banyak, Perlu Pelatihan Menangani Jenazah

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mbak Ita Ajak Muslimat NU Tangani Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 September 2021 | 20:57 WIB

PBMTI Pastikan Pedagang Kecil Terima Pembiayaan

Kamis, 23 September 2021 | 18:45 WIB

Naik Kelas, UMKM Perlu Mulai Pertimbangkan Green Economy

Kamis, 23 September 2021 | 16:36 WIB

Dongkrak Penjualan UMKM, Warung Serasi Resmi Dibuka

Selasa, 21 September 2021 | 21:57 WIB
X