Pelemahan Dolar Mendorong Emas Sedikit Menguat Dekati Level Psikologis

- Rabu, 28 Juli 2021 | 08:24 WIB
ilustrasi emas. (pixabay)
ilustrasi emas. (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com – Pelemahan dolar dan jatuhnya imbal hasil riil mendorong emas sedikit menguat mendekati level psikologis 1.800 dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB)

Namun, kehati-hatian investor menjelang hasil pertemuan Federal Reserve masih membatasi kenaikan emas.

Untuk pengiriman Agustus, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, naik tipis 0,6 dolar AS atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada 1.799,80 dolar AS per ounce.

emas berjangka merosot 2,6 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1.799,20 dolar AS per ounce sehari sebelumnya, atau Senin (26/7).

Baca Juga: Salsabilih Marah Melihat Aldi Taher Dekat dengan Mantan Istri, Dewi Perssik: Kakak Minta Maaf

Emas berjangka juga jatuh 3,6 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.801,80 dolar AS pada Jumat (23/7), setelah naik 2,0 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.805,40 dolar AS pada Kamis (22/7).

Emas juga jatuh 8,0 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.803,40 dolar AS pada Rabu (21/7). Daya tarik emas juga meningkat setelah indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya tergelincir 0,3 persen.

Rekor terendah dari imbal hasil pada Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) bertenor 10 tahun - jenis sekuritas surat utang yang diterbitkan pemerintah AS, diterjemahkan ke dalam berkurangnya peluang kerugian memegang emas.

Baca Juga: Transfer Raphael Varane, Manchester United dan Real Madrid Sudah Capai Kesepakatan

Logam mulia telah bergerak terbatas dalam kisaran perdagangan yang ketat dalam beberapa pekan terakhir setelah sempat melewati 1.830 dolar AS, gagal memanfaatkan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lemah.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X