44,8 Persen UMKM Meningkat Selama Pandemi, BPUM Perlu Diperpanjang

- Selasa, 27 Juli 2021 | 20:35 WIB
NAIK KELAS: Asisten 2 Sekda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso bersama Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar meninjau stand peserta pameran UMKM Naik Kelas yang diadakan Komunitas Jumputan di Artos Mall.(suaramerdeka.com/Asef Amani)
NAIK KELAS: Asisten 2 Sekda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso bersama Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar meninjau stand peserta pameran UMKM Naik Kelas yang diadakan Komunitas Jumputan di Artos Mall.(suaramerdeka.com/Asef Amani)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Rafli menginginkan agar bantuan kepada UMKM seperti program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) perlu untuk diperpanjang guna mengatasi dampak PPKM kepada aktivitas perekonomian masyarakat.

"Program bantuan untuk UMKM seperti BPUM harus dilanjutkan," kata Rafli Selasa (27/7)

Ia mengingatkan, berdasarkan hasil survei oleh Bank BRI bersama BRI Research Institute, ditemukan bahwa dari 3.043 UMKM yang disurvei ada sebanyak 44,8 persen UMKM yang kapasitas dan kinerja usahanya meningkat setelah mendapat dana BPUM.

Sementara itu, ujar dia, ada sebanyak 51,5 persen yang usahanya kembali beroperasi setelah mendapat dana dari BPUM.

Baca Juga: Ganjar Ingatkan Jangan Abaikan Stunting, Karena Fokus Tangani Covid-19

"Penyaluran BPUM juga harus memperhatikan data penerima bantuan, karena dalam temuan BPK pada Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2020 setidaknya ada sebanyak 418.947 penerima BPUM yang tidak memenuhi kriteria. Itu harus segera diperbaiki Pemerintah, agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran sehingga memiliki dampak nyata pada penyelamatan UMKM," katanya.

Ia juga menginginkan agar pemerintah juga harus segera melakukan langkah kebijakan yang betul-betul mendorong digitalisasi UMKM. Hal tersebut karena adanya pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat tentunya sangat mempengaruhi perilaku masyarakat sebagai konsumen dalam melakukan jual-beli secara digital, sehingga pelaku UMKM harus dapat segera masuk dalam platform digital.

Rafli menyayangkan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM bahwa hingga Februari 2021, baru ada 12 juta dari 64 juta pelaku UMKM yang sudah menggunakan teknologi digital.

Baca Juga: Gus Yasin Senang Pendonor Plasma Konvalesen Meningkat

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mbak Ita Ajak Muslimat NU Tangani Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 September 2021 | 20:57 WIB

PBMTI Pastikan Pedagang Kecil Terima Pembiayaan

Kamis, 23 September 2021 | 18:45 WIB

Naik Kelas, UMKM Perlu Mulai Pertimbangkan Green Economy

Kamis, 23 September 2021 | 16:36 WIB

Dongkrak Penjualan UMKM, Warung Serasi Resmi Dibuka

Selasa, 21 September 2021 | 21:57 WIB
X