Hipmi Jateng: PPKM Darurat Korbankan 90 Persen Populasi Sosial Ekonomi Indonesia

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 10:48 WIB
Ketua Hipmi Jateng Billy Dahlan. (suaramerdeka.com / dok)
Ketua Hipmi Jateng Billy Dahlan. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Adanya pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum melandai ditambah diterapkan PPKM Darurat yang saat ini berganti menjadi PPKM level membuat para pengusaha kembali terpuruk.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah memandang PPKM darurat ini berdampak secara sosial dan ekonom serta berpengaruh terhadap lebih dari 90 persen populasi masyarakat Indonesia.

Ketua Hipmi Jateng Billy Dahlan menyatakan jika dibandingkan dari jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia yang tercatat 1,07 persen.

Di Jawa Tengah 0,92 persen itu tidak sebanding dengan dampaknya yang mempengaruhi kondisi ekonomi 90 persen populasi Indonesia.

Baca Juga: Kapolres Magelang Peduli Nasib Wong Cilik, Borong Dagangan Penjual Keliling

"Apakah bener solusi yang diberikan untuk mengatasi masalah terhadap 1 persen penduduk harus mengorbankan ekonomi dunia usaha yang berdampak terhadap 90 persen populasi. Kok secara angka tidak sesuai sekali. Ini sudah 17 bulan tapi masih begini-begini saja," katanya Jumat 24 Juli 2021.

Billy menuturkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan saat ini tidak terukur dan tidak memiliki target jelas.

Menurutnya yang harus dilakukan pemerintah adalah bagaimana memperbaiki pelayanan kesehatan untuk bisa menampung atau merawat pasien Covid-19.

Baca Juga: Baznas Jateng Kalengkan Daging 34 Sapi untuk Dibagikan kepada Mustahik

Kemudian, menambah jumlah tenaga kesehatan bukan justru melakukan pembatasan yang berimbas ke sosial ekonomi.

"Yang diperlukan adalah peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan dan nakes sehingga jika ada yang terpapar fasilitas kesehatan dan nakes siap sehingga tidak perlu PPKM lagi," ujarnya.

Billy mengungkapkan jika PPKM hanya untuk mencegah dan mengurangi penularan maka dirinya tidak yakin kebijakan itu adalah kebijakan yang tepat.

Baca Juga: Penularan Covid-19 RI Masih Tinggi, Waspada Positivity Rate 30 Persen

"Kalau misalnya dengan PPKM hanya untuk mengurangi penularan, nanti kalau PPKM dibuka lagi juga akan sama saja ada penularan," sebutnya.

Selain itu, Billy juga menginginkan adanya percepatan vaksinasi Covid-19 agar tercipta herd immunity sehingga masyarakat Indonesia bisa berdampingan dengan Covid-19 tentunya tetap menjalankan protokol kesehatan.

"ini memang menular tapi bisa sembuh tinggal kita meyakinkan ekonomi jalan otomatis akan juga tumbuh herd immunity," ujarnya.

Billy menjelaskan bahwa Hipmi Jawa Tengah mendukung kebijakan pemerintah namun lagi-lagi kebijakan itu membuat susah dunia usaha.

"Mana ada pengusaha yang 17 bulan bisa bertahan dengan kondisi seperti ini kecuali pengusaha-pengusaha besar disana. Sudah banyak yang kita korbankan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X