Pinjaman P2P Diminati, Pemerintah Perlu Perkuat Perlindungan Data Nasabah Fintech

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:00 WIB
ilustrasi fintech (suaramerdeka.com / dok)
ilustrasi fintech (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) banyak berdampak pada pendapatan dan daya beli beberapa kalangan sehingga mendorong mereka untuk mencari pinjaman termasuk secara daring melalui skema peer-to-peer (P2P)

Maka dari itu, pemerintah perlu memastikan perlindungan yang memadai bagi nasabah layanan financial technology (fintech) ini.

“Pinjaman jangka pendek payday loan, adalah salah sektor bisnis pinjaman P2P, yang paling diminati sayangnya, jenis pinjaman ini juga yang paling banyak menimbulkan kontroversi,” ujar Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Thomas Dewaranu.

Perlindungan yang diperlukan bagi nasabah pinjaman P2P ini terutama dalam hal transparansi persyaratan dan ketentuan pinjaman, serta penggunaan data pribadi untuk keperluan penagihan pembayaran.

Baca Juga: Menkominfo Minta Seluruh Elemen Bangsa Menjaga Soliditas dan Kolaborasi Menghadapi Pandemi Covid-19

Ketidakmampuan membayar hutang yang membengkak dari pinjaman online sangat dipengaruhi ketidakpahaman bahwa pinjaman online menarik bunga yang jauh lebih besar dari kredit bank pada umumnya.

Bagi sebagian nasabah, hal ini juga diperparah oleh hilangnya sumber pendapatan mereka akibat kebijakan PPKM.

“OJK idealnya melakukan restrukturisasi pasar teknologi finansial, yang meliputi standar operasional bisnis pinjaman online, penggunaan Fintech Data Center (FDC) yang optimal untuk risk assessment dan perlindungan konsumen."

"Hal ini juga dibutuhkan untuk mengevaluasi kebijakan yang ada dan untuk memperkuat perlindungan data nasabah,” jelas Thomas.

Baca Juga: Erick Thohir Doakan Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo Pertahankan Tradisi Emas

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Telur Anjlok, Peternak Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

Koperasi Mitra BI Ekspor Kopi ke Saudi Arabia

Jumat, 17 September 2021 | 20:35 WIB

Peran Dipertajam, Koperasi Sejenis Diminta Merger

Jumat, 17 September 2021 | 20:30 WIB
X