G20 Indonesia Dorong Green Pharmacy Jadi Solusi Atasi Krisis Pandemi

- Kamis, 8 September 2022 | 13:13 WIB
Ilustrasi industri farmasi. (pexels/pixabay)
Ilustrasi industri farmasi. (pexels/pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Para pemikir di negara-negara G20 atau The Think Tank 20 (T20) mendorong para pembuat kebijakan untuk meningkatkan industri farmasi yang ramah lingkungan (green pharmacy).

Hal ini dinilai menjadi salah satu solusi untuk dunia ketika menghadapi krisis akibat pandemi.

Lead Co-Chairs T20 Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesa saat ini tengah mengembangakan green pharmacy, yakni fitofarmaka, obat-obatan herbal dan tradisional.

Menurut mantan Menteri Keuangan itu, green pharmacy bisa mengurangi impor sekaligus menciptakan kemandirian bangsa dalam menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: Ini Dia 4 Ciri Perkutut yang Baik Dipelihara, Jangan Salah Pilih, Nomor 3 Wajib Ada

"Tidak hanya menguras devisa negara, impor bahan baku obat juga dapat menyebabkan supply shock saat terjadinya keadaan darurat seperti pandemi COVID-19," ujar Bambang Brodjonegoro dalam forum T20 Indonesia: Green Pharmacy's Role in Supporting Global Health Architecture, belum lama ini

Selain Indonesia, lanjut dia, green pharmacy juga diperlukan oleh seluruh negara, baik negara berkembang maupun negara maju.

Menurutnya, produk herbal pun bisa memenuhi kebutuhan kesehatan dasar masyarakat, karena memiliki khasiat tinggi serta dapat menjadi obat bagi penyakit menular dan tidak menular.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lucia Rizka Andalusia mengatakan, obat-obatan herbal saat ini memang menjadi fokus dunia, termasuk negara-negara G20.

Baca Juga: Persib Bandung Tunjuk Manuel Perez Cascallana Sebagai Asisten Pelatih, Ini Profilnya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pupuk Indonesia Go Global Lewat Ekspansi di Dubai

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:01 WIB
X